Travel
Sejarah Munculnya Wisata Gronjong Wariti, Susur Sungai dan Rindangnya Rumpun Bambu
Warga di Kediri, Jawa Timur menyulap sungai saluran irigasi yang kumuh menjadi sebuah tempat wisata air unggulan
Sekaligus menumbuhkan tanggung jawab warga karena itu merupakan milik bersama. Dengan sistem itu pula memungkinkan warga dari berbagai latar belakang ekonomi bisa ambil bagian. Salah satunya adalah Adi (40), seorang warga.
Mulanya dia adalah pedagang keliling namun kini berusaha di wisata Gronjong Wariti dengan usaha warungnya. Warung itu dikelola oleh istrinya.

Sedangkan dirinya, bekerja sebagai operator bebek wisata. Hasilnya pendapatannya juga lumayan dibandingkan pendapatan saat berjualan keliling.
Kini sebulannya bisa mengantongi uang Rp 4 juta. "Selain itu tidak harus capek di jalan dan kepanasan," ujar Adi.
Seiring berkembangnya Gronjong Wariti, kini semua pihak bersatu padu demi kelangsungan wisata yang mengangkat nama desa hingga kabupaten itu. Selama itu pula sudah berbagai penghargaan didapatkan Gronjong Wariti.
Salah satunya gelar wisata terbaik di Kabupaten Kediri tahun 2019. Dengan penghargaan itu berhasil membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 200 juta.
Uang itu untuk menambah modal berjalan. Oleh sebab itu Awik mengajak masyarakat Indonesia untuk berinovasi, agar bisa mengubah keadaan ekonomi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulanya Dianggap Gila, Awik Sulap Sungai Kumuh Jadi Tempat Wisata Gronjong Wariti, Beromzet Rp 100 Juta Per Bulan."