Berita Samarinda Terkini

Cegah Longsor, Area Terminal Lempake Samarinda Diturap

Hujan deras dua kali dalam sehari, Kamis (29/9/2022) menyebabkan lahan bukit di Terminal Lempake Jalan D.I Panjaitan Kota Samarinda longsor

Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
LONGSOR- Penanganan longsor dikerjakan alat berat kontraktor Pemprov Kaltim untuk penanganan longsor merusak turap Terminal Lempake dikawasan Jalan DI Panjaitan Samarinda Utara Kalimantan Timur, Sabtu (1/10/2022).Sementara aktifitas Terminal gunakan gerbang atau pintu lain dibagi dua lajur.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Hujan deras dua kali dalam sehari, Kamis (29/9/2022) menyebabkan lahan bukit di Terminal Lempake Jalan D.I Panjaitan Kota Samarinda Kalimantan Timur longsor.

Berdasarkan pengamatan lapangan Tribunkaltim.co, Sabtu (1/10/2022) tanah longsor merusak turap dekat jalur keluar bus Terminal Lempake.

Menindaklanjuti hal tersebut Dishub Kalimantan Timur sebagai yang berwenang mengelola Terminal Lempake menangani longsor kemudian melakukan pengerjaan lahan Terminal Lempake.

"Sejak 2 tahun lalu sebenarnya longsor terjadi dan merusak turap. Terminal Lempake di bawah Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, sudah mengajukan permohonan dana pengerjaan dan antisipasi longsir tapi tak disetujui karena danaya dialihkan ke penanganan covid 19," ujar Kepala Terminal Lempake Samarinda Jafarudin .

Baca juga: Galian Tambang Emas Longsor, 6 Warga di Kotabaru Kalsel Tewas

Baca juga: Waspada, BPBD Balikpapan Temukan 3 Titik Baru Rawan Longsor

Baca juga: Pemkot Samarinda Siapkan Mitigasi Bencana Dalam Rangka Tanggulangi Banjir dan Longsor

Kepala Terminal Lempake ini menerangkan pengerjaan dan penanganan longsor bagian turap akan dinaikkan 4 meter.

"Akibat longsor lebih dari 1 kali sejak 2 tahun lalu saat ini lahan akan di trap kami sudah koordinasi
Ijin dengan Bhabinkamtibmas Polisi, Koramil TNI, dan pihak Pemerintah.

Sementara aktifitas melalui jalur pintu keluar Terminal dibagi lajurnya dan kami atue supaya tertib lancar karena jalur lain bernagi dengan oihak kontraktor mengerjakan proyek penurapan dan trap.

Pengalaman saya bertugas lpngsor terparah pada 1996 longsor sampai ke kantor Terminal Lempake mengingat lahan berupa bukit dataran tinggi lebih dari 5 meter cukup curam.

Baca juga: Warga Tanah Merah Samarinda Khawatir Longsor Kembali Terjadi

Dan rencananya 3 bulan dikerjakan sampai 31 Desember 2022 dengan menelan biaya Rp 1 miliar lebih," jelasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved