Berita Berau Terkini

Dishub Temui Kemenhub Laporkan Kondisi Penerbangan Berau dan Tiket Mahal

Menindaklanjuti arahan Bupati Sri Juniarsih Mas serta hasil rapat dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Berau, Dinas Perhubungan

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
HO/Dishub Berau
Disbub Berau bertemu dengan Kepala sub unit Pembinaan, Pengusahaan dan Tarif Angkutan Udara Direktorat Angkutan Udara (PPTAU DAU) Kemenhub. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menindaklanjuti arahan Bupati Sri Juniarsih Mas serta hasil rapat dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Berau, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau ke Kementerian Perhubungan di Jakarta untuk melaporkan dan mengkoordinasikan secara langsung kondisi transportasi udara di Bumi Batiwakkal.

Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, menegaskan setelah menyampaikan laporan tingginya tarif harga tiket dan masih terbatasnya penerbangan ke Berau ini menjadi perhatian Kemenhub.

Pasalnya saat dilakukan perhitungan bersama harga tertinggi diperkirakan berkisar Rp 1,6 juta, sementara saat ini harga tiket ke Berau dengan pesawat jenis ATR, bisa tembus hingga Rp 1,8 juta.

“Kami bertemu ibu Sarbani, kepala sub unit Pembinaan, Pengusahaan dan Tarif Angkutan Udara Direktorat Angkutan Udara (PPTAU DAU) Kemenhub menyampaikan akan menindaklanjuti dan mengevaluasi terkait tarif penerbangan ke Berau ini,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Dishub Berau Minta ke Kemenhub untuk Penurunan Harga Tiket Pesawat di Bandara Kalimarau

Andi melanjutkan, pihaknya juga berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan agar pesawat berbadan lebar bisa kembali melayani penerbangan ke Berau.

Dengan pesawat jenis Boeing maka harga tiket akan lebih murah. Selain itu dengan masuknya maskapai lain maka akan ada pesaing yang tentu juga menawarkan hatga tiket yang bersaing.

“Ini juga yang tadi kami sampaikan agar bisa kembali ada penerbangan pesawat Boeing, terlebih fasilitas bandara sudah mendukung dan pernah melayani penerbangan ini,” terangnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan agar operator penerbangan dengan pesawat berbadan lebar bisa melayani penerbangan ke Berau dikatakannya dengan melakukan blok seat. Dengan pola ini dikatakannya memberikan kepastian keterisian kursi bagi maskapai.

Selain ke Kementerian Perhubungan. Sesuai arahan Bupati Berau, Tim Dishub juga melakukan pertemuan dengan manajemen maskapai Sriwijaya Air yang sebelumnya pernah melayani rute penerbangan ke Berau dengan Boeing 737 seri 300 dan 500.

Baca juga: Aturan Penerbangan Lion Air, Citilink dan Garuda Indonesia: Cek Syarat Naik Pesawat Terbaru

Bertemu dengan Direktur Niaga Sriwijaya Air, Henoch Rudi Iwanudin dan Senior Manager, Raykevin Maramis, Andi menyampaikan harapan Pemkab Berau agar maskapai Sriwijaya Air bisa kembali membuka rute penerbangan ke Berau.

Kemudian, manajemen Sriwijaya Air siap dan meminta dukungan dari Pemkab Berau guna mewujudkan rencana ini. Baik dengan pola bisnis to bisnis maskapai Sriwijaya Air dengan perusda maupun dengan sistem carter penerbangan Berau-Balikpapan.

“Maskapai Sriwijaya sudah berencana membuka rute Balikpapan-Jakarta pada pertengahan Oktober, tentu ini perlu kita sambut baik agar bisa berlanjut ke Berau,” ungkapnya.

Tim Manajemen Sriwijaya Air akan menjadwalkan kunjungan ke Balikpapan dan Berau pada pekan depan.

Pihaknya juga akan mengundang untuk audiensi bersama Bupati Berau dan pihak terkait guna membahas kembali harapan maskapai berbadan lebar ini bisa menambah transportasi udara di Bumi Batiwakkal. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved