Berita Bontang Terkini

5 Tahun Jual Sabu, Bandar Narkoba di Muara Badak Kukar Jadi Juragan Empang

Polres Bontang gagalkan peredaran sabu berat 44,35 gram di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Konferensi Pers Polres Bontang atas pengungkapan kasus peredaran narkoba di Muara Badak. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Polres Bontang gagalkan peredaran sabu berat 44,35 gram di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Tersangka berinisial Sj (41) diketahui seorang jutawan dengan memiliki sejumlah aset berupa empang atau tambak di Muara Badak.

Sj ditangkap bersama kaki tangannya di markasnya yang berlokasi di Desa Saliki, Muara Badak

Dari pengakuanya, Sj sudah menjual sabu selama 5 tahun terakhir.

Baca juga: 5 Tahun Jual Sabu ke Nelayan, Kapal Bandar Narkoba di Muara Badak Disita Polres Bontang

Hasil dari jual sabu pun digunakan untuk membeli tambak ikan dengan kepentingan memperkaya diri.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya menjelaskan, tidak hanya memiliki tambak ikan.

Tetapi tambak ikan yang dikelola saat ini diduga hanya menjadi tempat perputaran uang hasil penjualan sabu Sj.

“Bandar ini banyak punya empang dan dikenal kaya. Tapi kami masih dalami apakah sebenarnya ini milik sendiri atau di sewa dari hasil jual sabu,” ujar Kapolres Bontang dalam pers rilisnya, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Fishing Turnamen Bupati Kutim Cup 2022, Tim Bontang Angler Jadi Juara Kategori Ikan Terberat

Namun disebutkan Yusep, empang tersebut tak turut disita polisi. Sebab keterangan Sj belum lengkap.

Yang jelas dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita kapal beserta mesin, 6 smartphone, uang tunai Rp 30 juta, dan sabu 44 gram.

Dikasus ini juga polisi turut mengamankan tersangka lain yang merupakan kaki tangan Sj. Diantaranya Ha (44), HY (28), J (22), dan AF (23).

Baca juga: Demo di Gedung DPRD Bontang, Ojek Online Minta Perbaikan Jalan Rusak Hingga Pemasangan Wifi Gratis

Saat ini kelima tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bontang untuk mendalami kasus tersebut. Kelima tersangka dijerat pasal pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved