Berita Balikpapan Terkini

JNGH di Balikpapan Galakkan Pengurangan Sampah Kertas Untuk Antisipasi Pemanasan Global

Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) menggelar pembelajaran terkait pengelolaan sampah kertas.

Penulis: Ardiana | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA
Pemaparan Materi Terkait Pengelolaan Sampah Kertas dihadapan 100 peserta JNGH 2022. (TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) menggelar pembelajaran terkait pengelolaan sampah kertas. Kegiatan tersebut bertujuan mengurangi efek gas rumah kaca yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global, Rabu (5/10/2022).

Dengan mengusung tema "papperless", pihak JNGH mengundang Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Ismi Khairunnissa Ariani, untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah kertas.

"Kita mengangkat tema papperless. Karena kita melihat selama ini, orang-orang mengurangi plastik, pakai karton. Jadi banyak streetfood menggunakan kardus. Itu menambah limbah dari kertas. Jadi sasaran kita saat ini tentang papperless. Dari situ kita mengambil materi tentang pengelolaan kertas,"ucap Ketua Panitia Jambore Nasional Generasi Hijau 2022, Mochammad Nazar.

Baca juga: PT Pertamina Lubricants Bina Warga Optimalisasikan Bengkel di Kariangau Balikpapan

Senada dengan itu, Pemateri dari kegiatan tersebut, Ismi membeberkan penggunaan kertas secara berlebihan sejatinya bertentangan dengan konsep go green ataupun upaya menjaga lingkungan.

"Kertas itu kan terbuat dari pohon. Semakin banyak kertas, maka semakin banyak pohon yang ditebang. Itu kan secara gak langsung bertentangan dengan konsep go green atau ramah lingkungan,"jelasnya saat diwawancarai oleh tribunkaltim.co di kawasan Kebun Raya Balikpapan.

Menurutnya, produksi kertas juga banyak menghabiskan energi serta menghasilkan limbah yang berbahaya.

"Belum lagi untuk membuat kertas itu butuh energi sangat banyak termasuk air. Air limbah yang dihasilkan dari pabrik kertas juga berbahaya dan sangat banyak," tambahnya.

Baca juga: Provinsi DKI Jakarta Promosikan Pariwisata Melalui Jakarta Travel Fair 2022 di Balikpapan

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika membiarkan sampah kertas membusuk, akan menghasilkan gas metana atau CH₄ yang termasuk gas rumah kaca yang lebih berbahaya dari Co2.

Dengan demikian, membiarkan sampah kertas membusuk tanpa diolah akan menghasilkan gas rumah kaca yang meningkatkan suhu bumi. Sehingga menghasilkan pemanasan global.

Sehingga, wanita yang kerap disapa Ica tersebut mengimbau untuk mengurangi pemakaian kertas, juga mengelola sampah kertas dengan baik. Seperti mendaur ulang untuk dijadikan kerajinan, hingga menggunakan sampah kertas sebagai bahan pupuk kompos. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved