Berita Samarinda Terkini
Longsor di Samarinda, 3 Rumah Ambruk, Saksi Lihat Dindingnya Seperti Tercabut
Rumah-rumah dengan type 36 ini terlihat berdempet rapi. Dan bagi pendatang tentu tidak menyangka terdapat jurang
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tiga unit rumah di Perumahan Bumi Alam Indah atau lebih dikenal Perumahan Korem, Jalan Purworejo, RT 50, Blok Sungkai, Lempake, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur mendadak ambruk sejak Sabtu (8/10/2022) lalu.
Jika masuk ke salah satu perumahan subsidi Jokowi ini, semua terlihat normal pada bagian depan.
Rumah-rumah dengan type 36 ini terlihat berdempet rapi. Dan bagi pendatang tentu tidak menyangka terdapat jurang dan kawasan persawahan warga di bagian belakang, yang menjadi lokasi tiga rumah tersebut ambruk.
Menurut keterangan Susi (44), salah seorang warga setempat, sebelum ambruk, mereka sudah mendengar suara seperti akar tercabut sejak Kamis (6/10) malam lalu.
Baca juga: Longsor di Samarinda Dekat Area Tol Balsam, Satu Lajur Tertutup Material Tanah
"Tapi waktu itu enggak sering bunyinya. Pikir kami yah mungkin tanah di belakang karena kan ada tebing bawahnya sawah," jelasnya kepada TribunKaltim.co.
Namun suara pergeseran tersebut semakin sering terdengar pada Jumat (7/10) pagi saat mereka tengah melakukan aktivitas memasak.
"Terus siangnya plafon di rumah hijau itu sudah ambruk. Lalu pada Sabtu (8/10) dindingnya seperti tercabut, dan Minggunya (9/10) ambruk total tiga-tiganya," ceritanya lagi.
Ia menyebutkan rumah tersebut milik tetangganya yang bernama Patriadi, Roby dan satu lagi masih dalam tahap pembangunan.
Baca juga: Banjir dan Longsor di Samarinda, Polisi Bantu Evakuasi dan Beri Makan Warga
"(Ketiga rumah) Itu memang sering kosong. Karena ada yang punya rumah lain, ada juga yang kerja sawit," bebernya.
Dijelaskannya juga bahwa saat kejadian para tetangga dan relawan langsung tiba di lokasi untuk mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
"Temasuk dari pemerintah kota, BPBD dan banyak lagi datang mengimbau kami mengungsi dan membawakan bantuan juga," imbuhnya.
Dirinya sendiri mengaku masih memilih bertahan, lantaran tidak memiliki hunian lain selain rumah bernomor 03 Cluster Sungkai yang baru ditempatinya selama 2 tahun tersebut.
Baca juga: Tingkatkan Antisipasi Bencana, BPBD Petakan Titik Baru Banjir dan Longsor di Samarinda
"Sebenarnya takut-takut juga. Cuma yakin aja masih aman dan suami saya sedang upayakan buat memperkuat tiang di sisi tebing belakang," pungkasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ambruk-bersisi.jpg)