Berita Kutim Terkini

Update Data Aeronautika, Kutai Timur Bisa Punya Bandara Komersil seperti APT Pranoto di Samarinda

Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi dan updating data Informasi Aeronautika di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Aris
HO/KOMINFO KUTIM
Kementerian Perhubungan RI melakukan evaluasi dan updating data Informasi Aeronautika di Lapangan Terbang (Lapter) Uyang Lahai, di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutim. (HO/KOMINFO KUTIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi dan updating data Informasi Aeronautika di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Evaluasi dan updating tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII di Lapangan Terbang (Lapter) Uyang Lahai, di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng.

Tim Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII dipimpin oleh Ketua Tim Hardi Kesuma Atmaja dan Sutio menjelaskan maksud tersebut guna terpenuhinya standar keselamatan penerbangan yang aman, nyaman, efektif dan efisien.

"Serta memastikan keakuratan, keabsahan, validitas data dan informasi yang terdapat pada Aeronautical Information Publication (AIP)," ujarnya pada TribunKaltim.co.

Baca juga: Tanding di Kejurprov Gateball Kaltim, Pergatsi Kutim Boyong 3 Medali Emas

Tujuan untuk untuk memastikan dan menjamin standar keselamatan penerbangan serta data informasi Lapangan Terbang yang terdapat pada AIP.

“Hasli dari evaluasi, data dan informasi perlu dilakukan updating dan penyesuaian data sesuai dengan verifikasi,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Udara, Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur Mega Pujiyanti mengaku updating data Informasi Aeronautika di Lapangan Terbang Uyang Lahai memang sangat diperlukan.

"Selain untuk memastikan dan menjamin standar keselamatan penerbangan serta data informasi Lapangan Terbang yang terdapat pada AIP," ujarnya.

Baca juga: Program Germas Sosialisasikan Motto CERDIK, Ajak Warga Kutim Perhatikan Kesehatan

Kemudian juga update dan evaluasi ini diperlukan sebagai syarat untuk register ke Kementerian Peehubungan.

Dengan telah teregister dan sertifikat hibah lahan rampung, nantinya diharapkan nanti bisa menjadi Bandara Komersil yang bisa melayani lebih banyak penumpang.

"Seperti Bandara APT Pranoto di Samarinda," sebutnya.

Namun ia menuturkan, bahwa panjang runway (landasan pacu) masih perlu ditambahkan lagi.

Baca juga: Bupati Kutim Upayakan Serapan 50 Ribu Tenaga Kerja Lokal, Tidak Melulu Harus ke Perusahaan

Sebab untuk melayni penumpang diatas 70 seat setidaknya harus memiliki panjang runway diatas 1.200 meter.

"saat ini masih 820 meter dan pelayanan hanya 12 seat penumpang," ujarnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved