Ekonomi dan Bisnis

Cara Tekan Inflasi Daerah dan Penguatan Pondasi Ekonomi Lokal ala Bupati Paser Fahmi Fadli

Hal ini akan mendorong semakin kuat mata uang dolar amerika serikat, namun diperkirakan perekonomian di tahun 2022 akan membaik

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
HO/PEMKAB PASER
Bupati Paser Fahmi Fadli saat menghadiri kegiatan High Level Meeting pada 26 Oktober 2022, dengan tema sinergi untuk pengelolaan pangan, pembangunan pertanian dan pemulihan ekonomi kreatif. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Sebagai upaya dalam mengendalikan Inflasi daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Paser kembali melakukan high level meeting yang sebelumnya juga telah dilakukan pada April lalu.

High level meeting tersebut mengangkat tema sinergi untuk pengelolaan pangan, pembangunan pertanian dan pemulihan ekonomi kreatif, yang dilangsungkan pada 26 Oktober 2022 di Balikpapan.

Bupati Paser Fahmi Fadli menyampaikan, high level meeting tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemda.

Sekaligus dasar untuk menemukan solusi yang konkrit dan mengambil langkah tepat dalam upaya mengendalikan inflasi daerah.

Baca juga: Wabup Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Stok Kebutuhan Pokok di Kubar Tercukupi

"Salah satunya yaitu dengan menerapkan pondasi perekonomian yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan," ujarnya, Kamis (27/10/2022).

Dengan demikian, kata Fahmi, pada akhir tahun 2022 maupun tahun selanjutnya tidak terjadi inflasi yang tinggi yang dapat mengakibatkan beban masyarakat semakin berat.

"Dengan hadirnya pasar SIAP Qris Kandilo Plaza, berarti menandakan Paser semakin bergerak menuju era pasar modern dengan berbagai kemudahan dan pilihan transaksi," sambungnya.

Dijelaskan, peran Pemda dalam mendukung stabilitas harga dan menjaga ketersediaan pangan sangat penting dilakukan.

Baca juga: Gerakan Transaksi Non Tunai di Kubar dan Upaya Penanggulangan Inflasi Daerah

Hal ini guna menjaga kebutuhan pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal itu dikarenakan, dinamika inflasi harga terhadap barang dan jasa terjadi di daerah fluktuatif (kondisi usaha petani kurang mantap karena harga komoditas pertanian) yang dibayangi berbagai permasalahan seperti kondisi cuaca.

Fenomena musiman masih berpengaruh signifikan terhadap kondisi harga dan ketersediaan barang pokok masyarakat.

"Seperti kelangkaan minyak goreng di bulan Ramadhan lalu," tandas Fahmi.

Baca juga: Harga Gila-gilaan, Mendatang Inflasi Besar, Buat Anak Muda Sulit Beli Properti Rumah 

Sementara itu, Kepala BI perwakilan Balikpapan Bambang Setyo Pambudi mengatakan pertumbuhan perekonomian di tahun 2023 secara global diperkirakan akan lebih rendah.

Rendahnya perekonomian saat ini, dikarenakan berlanjutnya perang Rusia dan Ukraina, yang mengangkat perekonomian secara progresif, serta membuat kebijakan moneter.

ILUSTRASI Kenaikan pendapatan keuangan.
ILUSTRASI Kenaikan pendapatan keuangan. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Hal ini akan mendorong semakin kuat mata uang dolar amerika serikat, namun diperkirakan perekonomian di tahun 2022 akan membaik karena tingginya konsumsi swasta.

"Investasi pembangunan dan daya beli ekspor dan daya beli masyarakat masih terjaga," tutup Bambang.

Pada giat high level meeting tersebut, juga dirangkai dengan Peresmian Pasar SIAP Qris Kandilo Palza oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan R. Bambang Setyo Pambudi. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved