Berita Nasional Terkini
3 Risiko di Ruang Digital yang Banyak Dihadapi Warganet Indonesia
Jejak digital adalah jejak yang ditinggalkan, baik itu sengaja maupun yang tidak disengaja, saat kita beraktivitas di internet
Patut disadari bahwa pengguna di ruang digital datang dari berbagai lokasi dengan adat-istiadat, budaya, pemahaman, maupun latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.
"Jadi perlu berhati-hati dalam menyebar informasi ke publik dan gunakan etika saat berkomunikasi dengan siapapun di ruang digital,” kata Miqdad.
Pengurus Bidang Kemitraan dan Legal Relawan TIK Provinsi Bali I Komang Suartama mengatakan, apabila tidak menggunakan etika bermedia sosial, maka pengguna tersebut rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, pornografi, perundungan siber, maupun konten negatif lainnya.
Baca juga: Viral di Media Sosial, Nasib Pemancing Tewas Tersambar Petir, Polisi Turun Tangan
Bahkan, untuk sekadar bercakap di aplikasi percakapan, misalnya, dibutuhkan etika seperti pilihan waktu, menggunakan bahasa yang baik dan benar, mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, dan jangan lupa mengucapkan terima kasih sebagai penutup.
“Berhati-hatilah dengan typo atau salah ketik sebab apabila itu terjadi bisa timbul salah paham antar pelaku yang terlibat percakapan,” tutur Komang.
Komang menambahkan, etika lain yang diperlukan adalah memberi komentar di media sosial tanpa menyinggung SARA, tidak menjelekan orang lain, dan tidak mengandung muatan pornografi.
Adapun untuk menghargai karya dan hak cipta orang lain, sebaiknya mencantumkan sumber apabila mengunggah tulisan, foto, video, atau gambar karya orang lain.
Dedy Triawan mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak digital saat beraktivitas di dunia maya.
Jejak digital adalah jejak yang ditinggalkan, baik itu sengaja maupun yang tidak disengaja, saat kita beraktivitas di internet. Jejak digital bisa menjadi celah masuknya potensi kejahatan siber apabila tidak diperhatikan dengan baik.
“Lalu, amankan perangkat untuk menjaga data pribadi kita bocor ke dunia maya. Caranya adalah dengan menggunakan kata sandi yang kuat, berupa kombinasi huruf dan angka, dan secara rutin berkala mengganti kata sandi tersebut,” tutur Dedy.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Laporan Digital Civility Index, Warga Indonesia Pengguna Medsos Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Untirta-Jadi-Trending-di-Medsos-Rektor-Beri-Penjelasan-soal-Dugaan-Perploncoan-Mahasiswa-Baru.jpg)