Berita Nasional Terkini

Soroti Kasus Gagal Ginjal karena Obat Sirup, Rocky Gerung: Tanggung Jawab BPOM Diperlukan

Rocky Gerung dan Hersubeno Arief menyoroti tentang obat sirup yang menjadi penyebab gagal ginjal.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Rocky Gerung dan Hersubeno Arief menyoroti tentang obat sirup yang menjadi penyebab gagal ginjal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rocky Gerung dan Hersubeno Arief menyoroti tentang obat sirup yang menjadi penyebab gagal ginjal.

"Ini soal di dalam sosiologi kesehatan, disebut sebagai ignorance, ketidakpahaman rakyat justru dimanfaatkan oleh farmasi." Ujar Rocky Gerung dalam tayangan YouTubenya (Rocky Gerung Official), pada Sabtu, (29/10/2022).

Menurut Rocky Gerung, masyarakat tidak memiliki kepahaman akan rumus-rumus kimia dan asal-usul obat.

"Orang sakit itu gak mungkin diajak diskusi, dia segera ingin dapat obat, itu yang disebut sebagai kekurangpahaman masyarakat menjadi sumber dari operasi para pabrik kimia atau farmasi." Ujar Rocky Gerung.

Oleh karena itu, Rocky Gerung menyampaikan bahwa BPOM mandatnya adalah lindungi ignorance terhadap masyarakat.

"Bagaimana pun farmasi itu adalah persaingan bisnis antara para pemasok kimia utama, jadi itu yang harusnya di gugat lebih awal." Ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung filosofi yang perlu dipahami terlebih dahulu yaitu adanya BPOM bukan sekedar agen dari farmasi saja, melainkan sebagai pelindung rakyat.

"Kalau ada kasus semacam ini, reaksi pertama yang mesti diketahui adalah dia gagal, dan kalaupun dia mengakui dia gagal ya apa konsekuensinya" Kata Rocky Gerung.

Diperjelas oleh Rocky Gerung bahwasanya hal-hal seperti ini pertanggungjawaban dari BPOM sangat diperlukan.

Baca juga: Ultimatum Presiden Jokowi, Rocky Gerung: Ada Kebangkitan Kembali Semangat Sumpah Pemuda

Jika Menteri Kesehatan telah berbicara diawal bahwa telah ada kasus, menurut Rocky Gerung ini hanya kebijakan saja.

"Kan Menteri Kesehatan tidak punya akses pada perusahaan farmasi, jadi hal semacam ini yang kita anggap betul ada semacam case kelas action untuk mengatakan bahwa 'kami konsumen yang harusnya di lindungi dan diberi pengetahuan lebih awal yang pada akhirnya tidak kami peroleh' padahal mandat BPOM adalah melindungi konsumen." Ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung menambahkan bahwa dasar berfikir etika dalam kebijakan publik kurang dipahami oleh pihak BPOM.

Hersubeno Arief seorang Jurnalis Senior yang merupakan teman diskusi Rocky Gerung juga ikut mengomentari.

"Saya kira tepatlah langkah ini untuk mendorong publik untuk melakukan gugatan kelas action semacam ini, dan saya kira banyak sekali kebijakan yang harusnya dilakukan, dengan begitu pemerintah merasa bahwa dia diawasi oleh rakyat." Ujar Rocky Gerung.

Baca juga: BEM UI Kritik Pemerintahan Jokowi - Maruf, Rocky Gerung: Presiden Sibuk Promosikan IKN

Rocky Gerung juga menyampaikan kritiknya yang mestinya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM harusnya duluan bereaksi, sebab kesehatan itu adalah hak asasi manusia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved