Ibu Kota Negara

RS Restu Ibu Sambut Pemindahan IKN, Siap Tambah Tenaga Kesehatan dan Tempat Tidur Rawat Inap

Rumah Sakit atau RS Restu Ibu Balikpapan menyambut pemindahan Ibu Kota Negara ( IKN) dengan menambah tenaga kesehatan dan tempat rawat inap.

Editor: Sumarsono
HO
dr Mark Green Engka, MARS, Direktur RS Restu Ibu Balikpapan saat ditemui di Balikpapan, Kamis (3/11/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Rumah Sakit atau RS Restu Ibu Balikpapan menyambut pemindahan Ibu Kota Negara ( IKN) dengan menambah tenaga kesehatan dan tempat rawat inap.

Demikian dikemukakan dr Mark Green Engka, MARS, Direktur RS Restu Ibu Balikpapan saat ditemui di Balikpapan, Kamis (3/11/2022).

RS Restu Ibu Balikpapan siap menyambut pemindahan dan pembangunan IKN Nusantara, dimana Balikpapan sebagai wilayah penyangga IKN dengan meningkatkan daya dukung fasilitas dan tenaga kesehatan.

“Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan saat ini memiliki kapasitas tempat tidur 161 tempat rawat inap, dan seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan persiapan IKN akan ditambah menjadi 200 lebih,” ujar dr Mark Green Engka.

Bahkan menurutnya, tipe RS Restu Ibu yang saat ini masih tipe C akan ditingkatkan menjadi tipe B.

Baca juga: IKN Nusantara Picu Kenaikan Okupansi hingga 80 Persen di Swiss-Belhotel Balikpapan

Seiring dengan bertambahnya tempat tidur, jumlah tenaga kesehatan akan bertambah.

Dalam 3 bulan terakhir kata dr Mark Green Engka, ada pertambahan 50 tenaga kesehatan terutama perawat dan 7 tenaga spesialis yang bergabung dengan RS Restu Ibu, dan akan terus bertambah.

Gedung Rumah Sakit Restu Ibu, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No.12, Gunungsari Ilir, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Rumah sakit ini memiliki jam operasional UGD selama 24 jam non stop.
Gedung Rumah Sakit Restu Ibu, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No.12, Gunungsari Ilir, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Rumah sakit ini memiliki jam operasional UGD selama 24 jam non stop. (TRIBUNKALTIM/SITI ZUBAIDAH)

Kebutuhan tenaga kesehatan di Balikpapan sudah mencukupi, tapi dengan bertambahnya jumlah penduduk karena adanya IKN tentu akan bertambah.

“Kami juga terus melakukan rekruitment untuk tenaga kesehatan baik dokter, perawat ataupun tenaga pendukung administrasi lainnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut,  RS Restu Ibu selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit I Balikpapan untuk mempersiapkan diri menyambut IKN.

Baca juga: Pembangunan IKN Nusantara Dinilai Berdampak Besar Terhadap Banyak Sektor

Dijelaskan, sarana fisik yang sedang disiapkan antara lain penyediaan fasilitas CT Scan.

“Saat ini sedang kami programkan dan mudah-mudahan Maret 2023 itu sudah ada dengan CT Scan yang lebih baru dan lebih baik dari yang sudah ada,” tuturnya.

Penambahan jumlah tempat tidur yang juga membutuhkan perluasan gedung rawat ini.

Tingkat keterisian tempat tidur rawat inap di RS Restu Ibu mencapai 70 hingga 75 persen atau sekitar 90 tempat tidur rawat inap setiap bulannya.

Jumlah ini meningkat dibandingkan saat pendemi Covid-19 yang hanya mencapai 40 hingga 50 persen.

Baca juga: Hanya 25 Persen Kawasan IKN Nusantara yang Jadi Kota, Sisanya RTH dan Hutan Tropis

RS Restu Ibu hingga saat ini sudah punya klinik di Jl Soekarno-Hatta Km 28, yang bisa saja dikembangkan menjadi klinik utama yang melayani kebutuhan kesehatan di IKN nantinya.

Ditambahkan dr Mark Green Engka, pembangunan IKN diharapkan bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan pemerintah.

Dengan sendirinya semakin banyak menarik usaha dan industri yang lebih banyak, dan RS Restu Ibu sebagai penyedia tenaga kesehatan sudah lebih siap melayani  pendatang yang akan terus bertambah.

(*)

  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved