Berita Nasional Terkini

Rocky Gerung: Ketidakhadiran Putin dan Zelensky dalam Forum G20 di Bali Tidak Ada Nilainya

Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti daftar pemimpin yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti daftar pemimpin yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti daftar pemimpin yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Disampaikan oleh Hersubeno Arief dalam tayangan Rocky Gerung, khususnya Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Zelensky tidak hadir pada KTT G20.

Untuk diketahui, negara Ukraina bukan anggota dari G20, melainkan di undang oleh Presiden Indonesia Jokowi dan kabarnya akan absen pada KTT G20 mendatang.

"Pada waktu itu Zelensky mengatakan akan hadir jika Putin tidak hadir, tapi ternyata sekarang Putin tidak hadir, Zelensky juga tidak hadir," kata Hersubeno Arief dalam tayangan YouTube Rocky Gerung Official Jumat, (11/11/2022).

Di tengah situasi seperti ini, Hersubeno Arief dan Rocky Gerung menyoroti polisi yang menangkap 2 orang pengirim dan menyita 5000 detonator bom ikan yang ditemukan di perairan Situbondo.

"Situbondo ini kan on the way to Bali, orang akan sensitif dengan situasi semacam ini," ujar Hersubeno Arief.

Rocky Gerung juga mengomentari hal tersebut akan ditafsirkan bahwa memang ada ketidakamanan.

"Karena setiap gangguan keamanan, potensinya itu pasti dikaitkan dengan pertemuan G20 di Bali," kata Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, ini yang menyebabkan publik berfikir bahwa G20 ini sebenarnya tradisi biasa saja, namun bagi Indonesia kelihatannya berupaya untuk menaikkan profil Presiden Jokowi.

Baca juga: Tabur Bunga Tragedi Itaewon, Rocky Gerung: Netizen Berhak Nilai Tindakan Megawati dan Puan Maharani

"Berbulan-bulan isu G20 ini diberitakan, tapi kita gak tahu yang mau dilakukan apa sebetulnya di situasi dunia yang sedang tidak baik ini," ujar Rocky Gerung.

Disampaikan oleh Rocky Gerung bahwa pertemuan G20 di Bali tidak akan ada komunika selain sodor-menyodorkan proposal.

"Tetapi secara global, publik akan melihat bahwa dunia masuk ke dalam ketegangan politik sekaligus kesukaran ekonomi," kata Rocky Gerung.

"Dan itu sebetulnya tidak ada cara buat menyelesaikan itu, kecuali Amerika Serikat mengatakan tidak akan lagi back up Ukraina dan Rusia menganggap akan mundur dari situ," lanjut Rocky Gerung.

Tetapi menurutnya, selama ketegangan ada, maka tidak akan ada pertumbuhan baik dibidang ekonomi.

Baca juga: Jokowi Bakal Lakukan Pertemuan Khusus dengan Presiden Amerika, Putin Dipastikan tak Hadir G20 Bali

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved