Rabu, 3 Juni 2026

Berita Balikpapan Terkini

Kucurkan Rp 17 Miliar Uang Muka, Progres Normalisasi DAS Ampal Baru Selesai 0,9 Persen

Upaya normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal dilaksanakan pada enam titik penting yang berpengaruh besar pada genangan banjir yang kerap terjadi

Tayang:
Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
pekerjaan drainase di perumahan Taman Sari Wika terkait normalisasi DAS Ampal. (TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM) 

Pihaknya juga sudah melakukan rapat terkait keterlambatan progres yang terjadi pada proyek normalisasi DAS Ampal ini.

Pertemuan ini menghasilkan surat teguran kepada penyedia jasa konstruksi, dalam hal ini PT Fahreza Duta Perkasa yang masih akan dievaluasi kembali pada 17 November 2022 mendatang.

Baca juga: 99 Persen Bahan Pangan Bergantung dari Daerah Lain, Fraksi DPRD Usul Buka Lahan di Balikpapan Timur

"Kami masih evaluasi dan saya juga sudah menginstruksikan pada 14 November kemarin untuk melakukan penambahan tenaga kerja," ungkap Faridah yang juga hadir pada kegiatan sidak Komisi III DPRD Balikpapan.

Ditanyai terkait sanksi yang akan dilakukan pihak Pemerintah Kota Balikpapan, Faridah menyampaikan, terdapat beberapa mekanisme yang harus dilakukan sampai keputusan terburuknya adalah pemutusan hubungan kontrak dengan penyedia jasa konstruksi yang ditugaskan saat ini.

"Mekanismenya, kita bisa memberikan SCM (Show Cause Meeting) sampai tiga kali. Pada SCM 1 itu, ada waktu yang kita berikan ke rekanan (penyedia jasa konstruksi) untuk pembuktian keterlambatan, progres 0 sampai 70 persen dengan deviasinya -10, maka kami akan mengeluarkan SCM 1. Harus ada SCM 1 sampai 3 dahulu, baru bisa diputuskan kontraknya jika tidak terpenuhi juga," lengkapnya.

Perlu diketahui, SCM diartikan sebagai rapat pembuktian keterlambatan pekerjaan pada pekerjaan konstruksi yang bisa terjadi karena kendala dari segi materi/bahan, kurangnya pekerja di lapangan dan kondisi alam. Secara umum, keterlambatan pekerjaan tersebut terjadi akibat kelalaian penyedia jasa.

Anggaran yang sudah dikucurkan pada tahap awal ini adalah uang muka sebesar Rp 17 Miliar dari Rp 143 Miliar yang akan dilaksanakan dengan skema multiyears. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved