Berita Samarinda Terkini
Wali Kota Samarinda Andi Harun Sebut Digitalisasi Punya Peran Besar Dalam Tingkatkan PAD Samarinda
Pandemi Covid-19 telah menyadarkan semua orang akan pentingnya digitalisasi di setiap aspek kehidupan.
Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pandemi Covid-19 telah menyadarkan semua orang akan pentingnya digitalisasi di setiap aspek kehidupan.
Hal ini juga yang dirasakan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Sehingga di masa kepemimpinannya ia menjadikan digitalisasi ini sebagai salah satu program unggulannya.
Dengan menjadikan Kota Tepian sebagai Smart City.
Baca juga: Banjir di Samarinda, Banyak Motor Mogok saat Menerobos Genangan Air di Jalan Antasari
Hal ini pun telah terimplementasi dalam beberapa layanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Diantaranya adalah beberapa portal layanan penyediaan informasi satu pintu melalui platform digital yang bisa diakses dimanapun oleh masyarakat.
Mulai dari portal informasi tentang keadaan sosial, pembangunan hingga hal spesifik seperti harga Bahan Pokok Penting (Bapokting).
Baca juga: Komisi IV DPRD Minta Disdikbud Minta Penuhi Ketersediaan SMP di Samarinda
"Sehingga saat memerlukan intervensi dari pimpinan, maka kita akan lakukan," ujar Andi Harun saat menjadi narasumber Teras Negri yang ditayangkan pada Selasa (15/11/2022).
Orang Nomor Satu di Kota Tepian ini mengungkapkan keinginannya agar Samarinda menjadi kota yang berada di garda terdepan dalam melakukan digitalisasi.
Program lain yang juga telah berjalan adalah digitalisasi dalam hal transaksi, dari tunai ke non tunai.
Mulai dari pembayaran retribusi, belanja anggaran oleh Pemkot, hingga transaksi di pasar.
Baca juga: Anggota Komisi II DPRD Samarinda Nilai Persoalan Ketersediaan Air Bersih Makin Membaik
Menurutnya hal ini telah membawa dampak yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda.
"Dampaknya sangat besar, Saya dan Pak Rusmadi mewarisi Pendapatan Asli Daerah Rp 380 miliar saat kami dilantik Februari 2021," ungkapnya.
Dalam kurang lebih hampir setahun dengan program penerapan transaksi dilakukan secara non tunai, hari ini PAD Samarinda menjadi Rp 637 miliar.
Baca juga: Cuaca Samarinda Hari Ini, Waspada Hujan Turun di Pagi dan Malam Hari
Menurutnya itu merupakan loncatan yg luar biasa pada PAD Samarinda.
Di samping itu ini juga telah menciptakan budaya baru dalam kegiatan pembangunan ekonomi sosial dan semua segmen kehidupan di Kota Samarinda. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ANDI-HARUN-10jpg-10.jpg)