IKN Nusantara

Bisnis Ramah Lingkungan, Airlangga Hartarto Beber Strategi Bangun IKN Nusantara

Bisnis ramah lingkungan, Airlangga Hartarto beber strategi bangun IKN Nusantara

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Indonesia sedang membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Hal ini, menjadi salah satu bahasan yang disampaikan dalam puncak acara B20 Summit, di Nusa Dua Bali.

Dilansir dari Kompas TV, di hadapan forum dialog pebisnis dunia, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tren investasi environment, social, and good governance ( ESG), menjadi salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam bisnis transformasi.

Airlangga menjelaskan, transformasi bisnis harus memperhatikan sektor keberlanjutan dengan memperhitungkan sosial lingkungan, tata kelola, atau menerapkan praktik ESG.

Pembanguan IKN juga menjadi peluang yang harus dimaksimalkan demi kebaikan generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan itu, Menko Perekonomian juga menambahkan sangat penting untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.

Ini ditujukan demi menjaga masa depan anak bangsa, agar terhindar dari kemiskinan dan kelaparan.

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong investor untuk menerapkan kerangka kerja (framework) dan manual penerapan environmental, social, and governance (ESG) dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

ESG merupakan praktik investasi dengan standar global yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

"Kami akan terus bekerja sama dengan otorita IKN, untuk bagaimana bisa menarik investor swasta dalam pendanaan dan pembangunan IKN," ujar Sri Mulyani usai peluncuran ESG Framework and Manual di Hotel Movenpick, Jimbaran, Bali, Sabtu (12/11/2022).

Oleh sebab itu, ia mendorong, untuk proyek-proyek di IKN bisa memenuhi standar ESG.

Sebab, proyek yang dikerjakan dengan prinsip ESG akan memiliki reputasi yang baik, sehingga akan menarik bagi investor swasta maupun asing. 

Sementara, konsep ESG juga diterapkan dalam proses pembangunan rumah susun pekerja konstruksi.

Kementerian PUPR menerapkan sedikitnya tiga kriteria pelaksanaan pembangunan yakni environmental, social, governance (ESG).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved