Berita Bontang Terkini

Tutup Event Budaya dan Kuliner 2022, Wawali Najirah Harap Berdampak pada Pengembangan Wisata Bontang

Pagelaran pekan wisata budaya dan kuliner Bontang resmi ditutup Wakil Walikota Bontang Najirah, Sabtu (3/12/2022) malam tadi.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kegiatan penutup pekan wisata budaya dan kuliner 2022 Kota Bontang, di Stadion Bessai Berinta atau Lang-lang. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pagelaran pekan wisata budaya dan kuliner Bontang resmi ditutup Wakil Walikota Bontang Najirah, Sabtu (3/12/2022) malam tadi.

Kegiatan yang digelar sejak 29 November lalu ini cukup banyak menampilkan tarian budaya dan sajian kuliner dari berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah yang menutup acara menegaskan jika kegiatan ini jadi salah satu bagian dari cara pemerintah mempromosi wisata di Bontang.

Pagelaran bertajuk ‘Bontang Harmoni Wisata’ ini juga bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan ragam budaya ke generasi muda di Bontang.

Baca juga: Cabor Panjat Tebing Bontang Tambah 1 Perolehan Medali Emas di Porprov Kaltim VII 2022

“Ini juga ajang silaturahmi lintas budaya dari berbagai daerah yang berkembang di Bontang,” ujarnya dalam sambutan.

Dikegiatan ini Pemkot Bontang juga menyediakan booth khusus untuk pelaku UMKM.

Diharap dari kegaitan ini memiliki efek terhadap kebangkitan wisata yang bisa berdampak pada penguatan UMKM Bontang.

“Karena perlu sinergi lintas sektor. Karena sesuai kampanye kita pasca pandemi ini, Pariwisata Bangkit, UMKM kuat,” bebernya.

Baca juga: Cuaca Bontang Hari Ini, Cenderung Cerah, Malam Berawan

Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), Ahmad Aznem mengatakan, Bontang adalah laboratorium keberagaman terbaik.

Ada berbagai variabel multikulturalisme dapat hidup dan tumbuh berkembang secara bersahabat bersama kearifan lokal yang disediakan oleh Bontang.

Diharap banyaknya kegiatan lintas Budaya di sini, Bontang bisa menjadi kota miniatur dari keberagaman budaya yang menjunjung tinggi ke binekaan.

“Bontang kalau perlu jadi percontohan bhineka tunggal ika karena lahir dari berbagai ragam budaya di nusantara,” terangnya.

Baca juga: Cuaca Bontang Besok, Langit Cerah Berawan Mulai Pagi hingga Sore

Senada dengan Aznem, Pelopor Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bontang, Eko Satryo mengatakan, ada aktualisasi harmoni keberagaman yang nyata hidup di kota ini. Episentrum perekatnya adalah jati diri.

Masata akan selalu mengupayakan berbagai pola agar menjadi mitra kolaborasi untuk menggali potensi, mempromosikan eksistensi dan mempertunjukan atraksi pariwisata Bontang.

Bontang patut bangga dengan laboraturium nasionalisme yang masih manjur dan terus bekerja sampai saat ini dan nanti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved