Mata Lokal Memilih

Jelang Pemilu 2024 di Kaltim, KPU Samarinda Gelar CAT untuk 203 Peserta Calon PPK

Jelang Pemilu 2024 di Kalimantan Timur berbagai persiapan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, termasuk mempersiapkan Panitia Pemilihan

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Petugas KPU Samarinda memantau ujian tertulis Computer Assisted Tes (CAT) untuk petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di SMKN 1, Jalan Pahlawan Samarinda, Selasa (6/12/2022). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang Pemilu 2024 di Kalimantan Timur berbagai persiapan digelar Komisi Pemilihan Umum atau KPU Samarinda, termasuk mempersiapkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 10 Kecamatan.

Pendaftaran Badan Ad Hoc tingkat Kecamatan ini resmi ditutup sesuai jadwal yang ditentukan.

Komisioner KPU Samarida, M Najib menjelaskan, sesuai dengan keputusan KPU RI, seleksi calon PPK dimulai tanggal 20-29 November 2022 menggunakan aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad hoc (SIAKBA).

"Pendaftaran melalui web tersebut, terjadi proses upload dokumen dan perbaikan berkas. KPU dan calon peserta menggunakan aplikasi itu," ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Sementara itu, pada hari ini, merupakan jadwal pelaksanaan tes tertulis Calon anggota PPK Pemilu tahun 2024 di KPU Kota Samarinda.

Baca juga: 11 Parpol yang Tidak Penuhi Parliamentary Threshold Diundang KPU Samarinda

Metode Computer Assisted Test (CAT) berbasis komputer diikuti 203 orang, terdiri dari 147 laki-laki dan 56 perempuan tersebar diseluruh 10 Kecamatan di Kota Samarinda.

Dalam pelaksanaan seleksi ini, sesuai dengan tahapan timeline juknis nomor 476 tahun 2020, jadwal pelaksanaan ujian tes tertulis calon PPK di tangga 6-7 Desember.

"Kita melaksanakan hanya satu hari di 6 Desember dengan memaksimalkan kapasitas laboratorium yang kita pinjam di SMK Negeri 1 Samarinda ini. Terbagi 3 sesi, di mana setiap sesi terdiri 3 ruangan diisi oleh 69 peserta tes," tutur M Najib.

Sebanyak 203 orang peserta calon PPK dibagi 3 sesi, tiap sesinya memakai 3 ruangan.

Baca juga: Hadiri Diskusi Jawa adalah Kunci Pemilu 2024, Akademisi UI Singgung soal Politik Etnis

Sesi pertama diikuti 69 peserta, dari pukul 08.00 sampai 09.30 WITA, durasi yang diberikan untuk mengerjakan 75 soal 90 menit.

"Sesi kedua sama, 69 orang peserta di 3 ruangan dimulai pukul 11.00-12.30 WITA, lalu sesi ketiga dimulai pukul 14.00-15.30 WITA dengan sisa seluruh pesertanya. Hasil seleksi juga kami upload di aplikasi SIAKBA," tutur M Najib.

"Untuk sistem penilaian maupun bobot nilai, sepenuhnya menjadi ranah KPU RI yang membuat dan menyusun aplikasi termasuk soal. Dari 75 soal ada kriteria mudah, sedang dan sulit dengan ada masing-masing poin tersebut," katanya.

Sesuai kebutuhan PPK, Samarinda dengan 10 Kecamatan, kata Najib, maka diperlukan 50 orang yang dikukuhkan, 50 orang lain PPK cadangan.

Sesuai dengan syarat minimal, pihaknya harus memiliki minimal dua kali kebutuhan, yang berarti 10 PPK di setiap Kecamatan, 5 yang dikukuhkan dan 5 cadangan.

Baca juga: Pemilu 2024, Capres Jawa dan Luar Jawa hingga Politik Identitas Disorot, Berpengaruh pada Milenial?

"Nah dari 10 Kecamatan itu Alhamdulillah terpenuhi seluruh kuotanya. Terkait masa kerja, mereka akan bekerja 15 bulan, terhitung dari tanggal 4 Januari 2023 sampai 15 bulan ke depan dengan honor Rp 2,5 juta," tuturnya.

Yang paling prinsip, menurut Najib, PPK yang merupakan perpanjangan tangan KPU, bertugas membantu KPU melaksanakan tahapan, menyusun kegiatan, mereka bukan orang partisan atau anggota partai politik (parpol) atau pernah berkecimpung kurang dari 5 tahun.

"Tapi kalau pernah, itu dibuktikan dengan surat keterangan mundur, maka dianggap steril. Tapi di 2019 lalu dia berpolitik, kemudian 2022 masih kurang dari 5 tahun, maka syaratnya tidak akan terpenuhi, intinya kita ingin PPK itu profesional, mandiri, berintegritas karena nama baik lembaga KPU ada di PPK tersebut," ucap Najib. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved