Berita Nasional Terkini
DPP LDII Tolak Kampanye LGBT Karena Bisa Rusak Masa Depan Umat Manusia
DPP LDII menolak keras kampanye kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sebab dapat merusak masa depan umat manusia
TRIBUNKALTIM.CO- Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Chriswanto Santoso khawatir, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang dikampanyekan secara massif oleh kelompok-kelompok liberal meningkatkan penerimaan generasi muda terhadap LGBT.
Untuk itu, pihaknya menolak keras kampanye kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sebab dapat merusak masa depan umat manusia.
Pasalnya masalah LGBT bukan hanya persoalan agama dan etika, tapi sudah menyentuh politik elit global.
Kampanye ini telah masuk ranah politik di Amerika Serikat dan Eropa telah menyebar ke seluruh dunia.
Singapura menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mencabut larangan kriminalisasi terhadap aktivitas LGBT, menyusul Thailand dan Filipina yang mengakui aktivitas LGBT.
Baca juga: 5 Kontroversi Gita Savitri: Sebut Stunting Hingga Aksi Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Soal LGBT
Baca juga: Penjelasan Dibalik Video Viral Kaum LGBT Bebas Bermesraan di Kafe Kota Palangkaraya
“Saat ini negara-negara maju dipusingkan oleh rakyatnya yang memandang lembaga pernikahan adalah beban, lalu ditambah LGBT,” keluhnya.
KH Chriswanto menegaskan, LGBT mampu merusak pribadi generasi muda.
Semakin banyak praktik perkawinan LGBT, makin mengancam eksistensi manusia.
“Anda bisa membayangkan, seorang anak yang bangun pagi mendapati orangtuanya laki-laki semua atau perempuan semua. Di sinilah akan terjadi kekacauan dalam pola pendidikan moral anak, kita belum sampai berbicara masalah larangan Allah dalam berbagai agama terkait praktik LGBT, yang sudah pasti diharamkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, LGBT bukanlah budaya bangsa Indonesia yang terbiasa dengan komunalisme.
LGBT adalah budaya impor yang menyanjung kebebasan individu, sehingga tidak selaras dengan agama dan budaya bangsa Indonesia.
Ia berharap, televisi dan media-media penyiaran juga menyaring propaganda LGBT.
“Ini agar anak-anak muda tidak menganggap menjadi LGBT adalah sesuatu yang keren dan bagian dari humanisme,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII KH Aceng Karimullah menegaskan, mencegah prilaku menyimpang LGBT harus dimulai dengan menjaga keimanan diri sendiri.
Kyai Aceng mengatakan kegunaan agama adalah menjaga keberlangsungan manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-lgbt.jpg)