Selasa, 21 April 2026

Berita Kubar Terkini

Pemasangan Jaringan Listrik di Pelosok Kubar Dipercepat, Target 2024 Semua Kampung Dialiri Listrik 

Program pemasangan jaringan listrik PLN di wilayah Kampung pelosok Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan dipercepat guna menerangi seluruh wilayah Kubar.

Penulis: Zainul | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan didampingi Kepala UP2K Samarinda, Asisten II, Kepala Dinas dan Camat Penyinggahan Menekan Tombol Sirine Tanda Lampu Menyala dan Air Pamsimas Dapat Digunakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Program pemasangan jaringan listrik PLN di wilayah Kampung pelosok Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan dipercepat guna menerangi seluruh wilayah Kabupaten Kutai Barat. 

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan saat meresmikan jaringan listrik PLN dan Pamsimas di kampung Loa Deras Kecamatan Penyinggahan beberpa waktu lalu.

" Dengan adanya listrik diharapkan mampu meningkatkan perekonomian, pendidikan dan kesehatan masyarakat,” kata Wabub Kubar, Selasa (13/12/2022).

Lebih lanjut dia menyampaikan ada rasa syukur dan kebanggaan tersendiri bahwa listrik PLN telah menyala 24 jam.

Baca juga: Festival Hudoq Kawit Huang Bahau Kubar, Destinasi Wisata di Kutai Barat yang Tinggi Nilai Budaya

“Perjalanan panjang kerjasama pemkab Kubar dengan PLN terjalin sejak tahun 2000/sejak Kubar menjadi otonomi baru tahun 1999. Pembangkit listrik yang ada di kecamatan melak harus tersambung ke kecamatan-kecamatan di kubar, namun saat itu pembangkitnya masih sangat kecil," ujarnya.

Sehingga kerjasama Pemkab dan PLN kata Wabub lebih terjalin begitu bagus dibuktikan dengan permintaan Pemkab Kubar direspon oleh PLN secara baik, dan sebaliknya pula Pemkab Kubar tidak segan-segan memberikan dukungan kepada PLN baik berupa aset tanah, mesin pembangkit dan trafo.

"Hal ini menunjukan kerjasama yang baik. kenapa pemerintah memberikan bantuan tersebut karena melihat respon PLN di Kaltim kepada Kubar sangat baik sekali," jelasnya. 

Dari 190 Kampung dan empat kelurahan, dalam 7 tahun terakhir ini banyak kampung yang sudah teraliri listrik. Tetapi pada 5 tahun yang lalu bahkan masih ada kecamatan-kecamatan yang belum dialiri listrik PLN, dan ada juga yang listriknya yang menyala 12 jam seperti kecamatan penyinggahan, Muara pahu dan Long Iram.

Baca juga: Banjir di Kubar, Debit Sungai Mahakam di Pelabuhan Melak Meluap hingga ke Jalan

Sedangkan di kecamatan Bongan hanya ada satu atau dua kampung saja yang dialiri listrik PLN. Dan masih banyak kampung yang tidak memiliki jaringan PLN dan saat ini sudah dialiri listrik 24 jam.

Saat ini dari 190 kampung dan empat kelurahan di kubar masih ada 55 kampung yang belum teraliri listrik, target 2024 semuanya sudah teraliri listrik dan tahun 2023 ada 23 kampung yang akan dialiri listrik 24 jam, dan kecamatan yang tidak terjangkau jaringan dari kabupaten maka pembangkit listrik di Kecamatan diperbesar, dalam hal tersebut Pemkab Kubar memberikan apresiasi yang tinggi kepada PLN yang sangat serius dan upaya yang sangat luar biasa bagi Kubar.

Wabup juga mengajak seluruh masyarakat mensyukuri dan berdoa dimana Kubar mendapatkan hati dan PLN selalu mengingat Kubar.

"Apa yang kita capai hari ini tentu Doa dari semua masyarakat Kubar, dan itu semua belum akhir dari semuanya namun masih banyak lagi perjuangan kita seperti jambatan yang terbuat dari kayu ulin di kampung-kampung pesisir bisa di cor beton sehingga tidak lagi menimbulkan suara berisik," ujarnya. 

Baca juga: Tim Saber Pungli Polda Kaltim Bertandang ke Mapolres Kubar dan Disdukcapil

Dia pun menjelaskan tahun 2023 mulai dilakukan pengecoran di atas jembatan di kampung dalam wilayah kecamatan muara pahu, mudah-mudah uji coba tersebut berhasil dan kita evaluasi konstruksi agar betul-betul hasil pengecoran bias tahan.

Pembangunan Kubar tidak hanya tersentaliasi pada ibu kota kabupaten, tetapi harus merata kampung-kampung. Jika di ibukota kabupaten mendapatkan listrik 24 jam maka kampung-kampung juga harus menikmati listrik 24 jam, jika sudah demikian baru lah tercapai pemerataan pembangunan.

"Dengan adanya listrik, jangan hanya memanfaatkan lampunya saja, namun mari kita manfaatkan secara produktif, satu contoh ibu-ibu yang membuat kue yang awalnya secara manual bisa menggunakan mixer, dan memasak juga bisa menggunakan listrik. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved