Berita Berau Terkini
Berau Belajar Restorasi Terumbu Karang dan Potensi Pengelolaan Karang Hias Banyuwangi
Menjaga dengan melakukan restorasi terumbu karang, juga menjadi salah satu potensi dalam pengelolaan karang hias
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau dianugerahi keindahan alam yang luar biasa, termasuk keindahan bawah laut dengan keanekaragaman sumberdaya hayatinya.
Menjaga dengan melakukan restorasi terumbu karang, juga menjadi salah satu potensi dalam pengelolaan karang hias.
Pengelolaan ini telah dilakukan pengusaha dan masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Melakukan restorasi terumbu karang dan melakukan pembudidayaan karang hias, menjadi perpaduan program yang berjalan bersamaan dan menjadi sumber usaha masyarakat. Karang hias yang berhasil dibudidayakan bernilai ekspor.
Baca juga: Pemkab Berau Siapkan Dana Parpol, Diperuntukan untuk Pendidikan Politik
Salah satunya dilakukan PT Sri Kandi Banyuwangi, yang melakukan restorasi karang, sekaligus pembudidayaan karang hias hingga ekspor ke beberapa negara.
Program yang sama juga dilakukan Pokmaswas Pesona Bahari Grand Watudodol Banyuwangi.
Kelompok masyarakat ini berhasil melakukan restorasi karang buatan di kabupaten yang berada diujung timur pulau jawa ini.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bersama Kepala Dinas Perikanan Berau, Dahnir Ratnawati dan OPD terkait, didampingi Kadis Perikanan Banyuwangi, Alief R Kartiono, dalam kunjungan studi tidur di Banyuwangi, menyambangi pusat restorasi dan pengelolaan karang.
Baca juga: Optimistis Wisata Berau Bangkit dengan Persyaratan, Hanya Menggunakan Antigen
Bupati Sri Juniarsih mengakui, Berau memiliki potensi yang sama untuk terus melakukan pelestarian karang.
Dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembudidayaan dan pengelolaan karang hias.
“Kami berkunjung untuk melihat secara langsung proses pengelolaan dan program pelestarian lingkungan yang dilakukan,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (21/12/2022).
Melihat yang dilakukan pemerintah, pengusaha dan masyarakat Banyuwangi merestorasi dan mengelola karang, Bupati Sri Juniarsih Mas, menurutnya potensi ini juga memungkinkan untuk bisa dilakukan di Bumi Batiwakkal.
Untuk itu ia meminta OPD terkait untuk mencatat semua informasi yang diperoleh.
Baca juga: Destinasi Wisata Berau Siap Dibuka, Wabup Agus: Bisa Kembali Normal Ikuti Protokol Kesehatan
Segera menindaklanjuti didaerah guna melakukan pengkajian dan kerjasama pihak terkait, termasuk Non Goverment Organization (NGO) dibidang lingkungan hidup.
“Kita tau betul bahwa bahari di Berau juga harus dirawat terus menerus. Karena itu saya meminta kepada OPD terkait untuk bisa mengambil ilmu dari sini,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karang-dan-melakukan-pembudidaya-karang.jpg)