Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

3 Cara agar Mahasiswa Tidak Terperangkap Gaya Hidup Candu Rokok Elektrik Vape

Pendekatan yang digunakan adalah dengan melibatkan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cileungsi sebagai partisipan aktif selama kegiatan berlangsung

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ilustrasi candu terhadap rokok elektrik atau ngevape. Belakangan ini aktivitas ngevape seolah bisa sangat mudah ditemukan di area publik, terutama mereka kalangan anak muda. Padahal ada dampak buruknya bagi kesehatan tubuh. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Berikut ini ada tiga langkah menegah kecanduan pada rokok elektrik atau ngevape di kalangan muda-mudi, para mahasiswa di Indonesia. 

Strategi tersebut disampaikan oleh akademisi dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA. 

Belakangan ini aktivitas ngevape seolah bisa sangat mudah ditemukan di area publik, terutama mereka kalangan anak muda. 

Berangkat dari kondisi tersebut, dirancang konsep cara agar mahasiswa tidak terjebak pada gaya hidup ngevape. Lantaran rokok elektrik dinilai memberi dampak buruk. 

Baca juga: Harga Rokok dan Rokok Elektrik Naik Mulai Hari Ini, 1 Januari 2022, Berikut Daftar Besarannya

Dijelaskan oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) mengingatkan bahaya rokok elektrik kepada kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh tim Hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2022 Uhamka dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Peningkatan Pemahaman Bahaya Rokok Elektrik Sebagai Gaya Hidup Vaping”.

Kegiatan ini melibatkan para pengurus dan kader PC IPM (Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Cileungsi, Bogor.

"Pendekatan yang digunakan adalah dengan melibatkan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cileungsi sebagai partisipan aktif selama kegiatan berlangsung," ujar Ketua Tim, Dr. Novi Andayani Praptiningsih, M.Si., melalui keterangan tertulis, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Merokok atau Vape Ternyata Membatalkan Puasa, Berikut Penjelasannya juga Hal yang Membatalkan Puasa

Novi mengatakan kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa tidak terperangkap gaya hidup nge-vape yang sedang trend di kalangan milenial.

Tujuan kegiatan ini, adalah pertama, memberikan edukasi tentang bahaya merokok elektrik karena kandungan zat kimia.

Kedua, memberikan pemahaman dan kesadaran mengenai upaya mencegah penyakit yang ditimbulkan akibat merokok elektrik.

Ketiga, mendeklarasikan duta untuk melakukan gerakan anti perilaku merokok elektrik sebagai gaya hidup vaping.

Baca juga: PP Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Rokok Elektrik Vape, Pengurus Balikpapan Beri Komentar Ini

Keterlibatan mitra yang diutamakan melalui partisipasi dalam bentuk diskusi, praktek mengedukasi, serta menjadi agen yang dapat mempersuasi kesadaran pentingnya mengetahui dan memahami jenis.

"Dampak dan antisipasi pencegahan perilaku merokok elektrik sebagai gaya hidup vaping," ujar Novi.

Dr. Sarah Handayani, M.Kes., anggota tim menyatakan bahwa mitra sasaran belum pernah memperoleh sosialisasi terkait pemahaman mengenai bahaya merokok elektrik serta dampak yang ditimbulkan.

Ilustrasi rokok elektrik atau vape.
Ilustrasi rokok elektrik atau vape. (Freepik designed by macrovector)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved