Otomotif
Tingkatkan Risiko Kecelakaan, 4 Faktor Ini Wajib Kamu Perhatikan saat Boncengan Menyamping
Setidaknya ada empat faktor yang wajib diperhatikan saat membonceng dengan posisi menyamping.
TRIBUNKALTIM.CO - Tidak jarang kita menjumpai pengendara sepeda motor yang membonceng dengan posisi menyamping.
Tahukah Anda, posisi menyamping bisa meningkatkan risiko kecelakaan, loh!
Demikian yang disampaikan Community Development and Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal.
“Kami selalu menyarankan pengendara untuk berboncengan dengan menghadap ke depan, namun jika kondisi tidak ideal dan harus membonceng dengan posisi menyamping, perlu ada beberapa hal yang patut diperhatikan,” ujar Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Muhammad Ali Iqbal, dala siaran resinya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Mana yang Lebih Optimal, Pakai Rem Depan atau Belakang agar Motor Bisa Berhenti Aman?
Menurut dia, setidaknya ada empat faktor yang wajib diperhatikan saat membonceng dengan posisi menyamping.
Hal itu adalah postur berboncengan, perlengkapan berkendara, pakaian dan perlengkapan, serta kecepatan berkendara.
Postur berboncengan
Saat bonceng menyamping, tangan pembonceng diposisikan di sisi kanan pengendara atau memegang pinggul pengendara.
Sedangkan tangan kiri di atas lutut kiri sendiri, dan jangan berpegangan pada behel motor karena berdampak pada keseimbangan dan handling.
Dalam posisi ini, posisi salah satu kaki pembonceng harus berpijak footstep dengan sempurna.
Baca juga: Simak Tips Lewat Tanjakan dan Turunan dengan Sepeda Motor Matik ala Yamaha
Perlengkapan Berkendara
Banyak yang beranggapan bahwa yang membonceng lebih aman daripada si pengendara.
Hal ini tidak benar, karena risiko saat terjadi kecelakaan antara pembonceng dan pengendara itu sama besarnya.
Sehingga pembonceng wajib menggunakan perlengkapan berkendara yang maksimal seperti helm, jaket, celana panjang, sepatu dan juga sarung tangan.
Perhatikan Pakaian dan Perlengkapan