Berita Kutim Terkini
Anggota DPRD Kutim Alokasikan Rp 1 Miliar untuk Masyarakat Nelayan dan Petani di Darahnya
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sekaligus Wakil Ketua Komisi D, Asmawardi mengalokasi anggaran sebesaran Rp 1 miliar.
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sekaligus Wakil Ketua Komisi D, Asmawardi mengalokasi anggaran sebesaran Rp 1 miliar.
Ketua Fraksi PAN tersebut mengaku sudah mengalokasikan anggaran itu untuk keperluan nelayan yang ada di daerahnya.
Kendati demikian, anggaran tersebut bisa diberikan kepada masyarakat nelayan melalui proses lelang terlebih dahulu.
“Tidak bisa langsung dimanfaatkan para nelayan. Yang jelas, keperluannya alat tangkap ikan kami ajukan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” ujarnya.
Baca juga: Modal Beli Kendaraan Pribadi, Tukang Cat di Kutim Masuk Bui Usai Bobol Rumah Kosong
Anggaran ini dialokasikan khusus untuk membantu para petani maupun nelayan di pesisir Muara Bengalon.
Hal itu berdasarkan hasil reses yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Karena dengan pekerjaan banyak di laut, keluh kesah para nelayan tentu alat tangkap ikan,” ujarnya.
Sebagai anggota dewan yang menyerap aspirasi, sudah menjadi kewajiban baginya untuk memenuhi keinginan tersebut.
Baca juga: Bandara Uyang Lahai di Kongbeng Kutim Diresmikan 2013, tapi Baru Maskapai Susi Air yang Beroperasi
Terlebih keuangan para nelayan sangat terbatas sementara alat tangkap ikan sangat dibutuhkan oleh nelayan.
“Mereka (para nelayan) minta dibelikan mesin, kapal dan jaring. Semua alat yang bisa digunakan untuk menangkap ikan,” ujarnya.
Meski prosesya tidak secepat kilat, namun ia bersyukur dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca juga: Warga Keluhkan Akses Jalan Poros di Rantau Pulung Kutim yang Rusak dan Berlumpur
Sedangkan untuk keperluan masyarakat petani yang banyak di kawasan Teluk Pandan dan Rantau Pulung, Asmawardi menyebut bahwa mereka membutuhkan pupuk dan traktor.
“Tetapi selalu terpenuhi untuk kebutuhan pupuk. Ada juga dialokasikan untuk tempat ibadah di Teluk Pandan. Adapun traktor, menjadi kebutuhan petani untuk mengarap sawah,” ujarnya. (*)