Berita Kutim Terkini
Bekuk Komplotan Pencuri Gas LPG di Kutim, Polisi Sita 135 Tabung Elpiji
Kepolisian Resor Kutai Timur (Kutim) membongkat komplotan pencuri tabung gas LPG yang beberapa hari terakhir meresahkan warga Sangatta dan Bengalon.
Penulis: Syifaul Mirfaqo |
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepolisian Resor Kutai Timur (Kutim) membongkat komplotan pencuri tabung gas LPG yang beberapa hari terakhir meresahkan warga Sangatta dan Bengalon.
Komplotan tersebut beranggotakan tujuh orang yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam melancarkan aksi pencuriannya.
Kapolres Kutim, AKBP Anggoro Wicaksono melalui Kasat Reskrim I Made Jata Wiranegara mengemukakan, pelaku bekerja sama dalam melancarkan aksinya.
"Pencurian gas LPG ini berawal dari video yang viral di media sosial terkait Laporan masyarakat bahwa maraknya aksi pencurian gas elpiji yang terjadi di wilayah Sangatta dan Bengalon," ujarnya, Selasa (27/12/2022).
Akhirnya Tim Reskrim Polres Kutim bergerak mengumpulkan bahan keterangan hingga berhasil membongkar berkaitan dengan sindikat pencurian elpiji ini.
Baca juga: Kepergok Warga, Pencuri di Toko Sparepart Langsung Kabur, Mobil Sewaan dan Barang Curian Ditinggal
Pelaku melancarkan pencurian secara berkelompok dan terorganisir, bahkan dua di antara pelaku merupakan anak yang masih di bawah umur.
"Jadi singkatnya itu masing-masing mempunyai tugas dan fungsinya sendiri. Ada yang bertugas untuk mengawasi, ada yang kemudian turun mengambil tabung gas elpiji, ada yang memotong, kemudian ada yang menjual," ujarnya.
Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 116 elpiji 3 kilo, kemudian 3 buah tabung gas elpiji 5 kilo, 16 tabung gas elpiji 12 kilo, beserta alat-alat yang digunakan untuk melakukan pencurian.
Semua barang bukti berhasil diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Bengalon dan Sangatta yang berjumlah kurang lebih delapan TKP.
Baca juga: Pencuri di PPU Ini Potong Alat Berat yang Dicurinya Agar Mudah Diangkut, Tertangkap di Balikpapan
Dari video yang beredar di beberapa media sosial memang terlihat jelas bahwa aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka ini dilakukan dalam waktu yang singkat.
Tabung gas diambil dengan menggunakan kendaraan sewaan, kemudian komplotan ini berkeliling Kota Sangatta untuk mencari korban.
"Jadi dia lihat kesempatan, misalnya ada peluang gas elpiji kosong itu ditaruh di depan rumah, itulah yang diambil oleh mereka," ujarnya.
Selanjutnya, hasil curian dijual kepada penadah, yang mana penadah ini kemudian menjualnya ke forum-forum di salah satu media sosial.
Baca juga: Manfaatkan Kelengahan, Monitor Alat Berat di Lokasi IKN Nusantara Digondol Pencuri
Harga satu buah tabung gas dijual pelaku dengan harga antara Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu yang ukuran 3 kilo.
Dalam setiap kegiatan pencurian, pelaku paling sedikit itu bisa mencuri 10-20 tabung gas dari berbagai lokasi.
"Motifnya tadi sudah jelas ini untuk mencari keuntungan pribadi, karena memang dari latar belakang tersangka ini hampir semuanya tidak memiliki pekerjaan tetap," ujarnya. (*)