Implementasikan Sustainability Compass, Kunci PKT Pertahankan Proper Nasional Emas Ke-6 Kalinya
Pupuk Kaltim berhasil mempertahankan raihan Proper Nasional Peringkat Emas dari KLHK untuk keenam kalinya.
Lebih jauh lagi, PKT dengan bermodalkan strategi-strategi engineering yang mumpuni akan terus mengusahakan inovasi di bidang industrinya yang tidak sekadar berfokus pada profit melainkan turut mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.
"Keberhasilan di kategori lingkungan yang telah kami peroleh ini merupakan motivasi bagi kami untuk berinovasi dengan lebih baik lagi di tahun 2023 yang akan datang. Inovasi ini tidak lain merupakan salah satu wujud partisipasi kami dalam mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060. Tentunya semua usaha ini semaksimal mungkin kami lakukan dengan melibatkan dan memberdayakan banyak pihak, termasuk masyarakat luas, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami menjaga kelestarian bumi kita," pungkas Rahmad.
Baca juga: Perluas Agrosolution di Ponorogo, Pupuk Kaltim Targetkan Perluasan Lahan di Seluruh Kecamatan
Sinergi bersama masyarakat memang menjadi kunci keberhasilan seluruh program pelestarian lingkungan hidup yang digagas PKT.
Termasuk melalui tahapan Core Competency Knowledge Transfer, PKT telah berhasil mengikutsertakan komunitas setempat dalam upaya pemberdayaan lingkungan lewat Kilau Samudera ini.
Hingga saat ini sudah tercapai luasan tutupan terumbu mencapai 3.557 m2 dan peletakan media sebanyak 6.822 ea.
Sehingga secara sistemik, program Kilau Samudera telah mengubah perilaku nelayan PITRAL menjadi metode ramah lingkungan serta dalam aspek edukasi telah membantu pemerintah dalam mengaplikasikan kurikulum merdeka belajar.
Selain itu, implementasi inovasi sosial ini juga telah berhasil memberikan dampak yang signifikan yang terukur pada capaian nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) sebesar 3,72 dan nilai SROI (Social Return On Investment) sebesar 1,83.
Baca juga: Antisipasi Potensi Bencana Industri, Pupuk Kaltim Gelar Simulasi Tanggap Darurat
Selain telah terbukti sukses dari segi wellbeing dan society, program ini juga terbukti berhasil dalam aspek nature, yakni dengan capaian daya serap karbon sebesar 8,47 kg CO2 eq/hari serta juga dalam aspek economic, yakni yang diindikasikan dengan peningkatan pendapatan anggota yang mencapai nilai Rp 71.595.000 per tahun.
Tak cuma program inovasi sosial Kilau Samudera, raihan Proper Nasional Peringkat Emas tahun ini pun didukung oleh program Konservasi Anggrek Hitam sebagai flora yang dikenal sebagai maskot Kalimantan Timur yang juga dilindungi dari kepunahan.
Program konservasi ini dilakukan dengan introduksi 135 tanaman di area konservasi HP01 yang ditetapkan sebagai area konservasi keanekaragaman hayati.
Selain itu, inovasi ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan adaptasi anggrek hitam di area konservasi menggunakan pupuk hayati Ecofert dan Kitosan Cair yang merupakan hasil produk mitra binaan PKT. (*)