IKN Nusantara
Desain Kantor DPR, DPD dan MPR di IKN Nusantara, Konsep Gedung Klaster Lingkaran
Desain Kantor DPR, DPD dan MPR di IKN Nusantara, konsep gedung klaster lingkaran
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio
Karena, semuanya ditengarai oleh sistem penunjuk yang jelas. Dengan demikian, ketiga lembaga dapat berinteraksi di tengah-tengah atau di bangunan ruang sidang.
Alhasil, setiap bangunan dapat berfungsi efesien karena pengunaan ruang penunjang yang sama, seperti musholla atau masjid, ruang rapat bersama, dan lain-lain.
Konsep peletakan bangunan pada lahan bersifat radial dan titik tengahnya berada tepat pada garis sumbu imajiner masterplan kawasan IKN yang telah ditetapkan.
"Tetapi, konsep ini tidak perlu dipertegas lagi oleh sumbu imajiner bangunan-bangunan dalam lahan.
Karena, sumbu jalan-jalan ke lahan kawasan legislatif sudah cukup kuat untuk mendukung sumbu imajiner yang telah ditetapkan," tambahnya.
Model ikonik bangunan legislatif diwakili oleh bentuk mahkota Bangunan Sidang Paripurna yang berbentuk kelopak bunga karena sangat mempresentasikan kekayaan alam Indonesia.
Bunga juga melambangkan kebaikan dan keindahan. Sehingga, mempresentasikan semua keputusan yang diambil di legislatif adalah sesuatu yang indah dan baik untuk kepentingan bagi masyarakat.
Kelopak bunga yang membuka ke atas juga dapat direpresentasikan bahwa lembaga legislatif dapat menerima semua masukan dan kebutuhan dari seluruh rakyat Indonesia.
"Mahkota ini terbuat dari lempengan khusus dengan pola-pola dan struktur terbaik dan dapat dikerja samakan dengan pematung terbaik di Indonesia," tutur Reza. (*)