Bukit Doa Kalimantan
Sedang Dibangun Tembok Doa Bapa Kami dalam 17 Bahasa, Ada Sejumlah Bahasa Daerah
Ada Doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia, Inggris, Ibrani, Yunani, Latin, Mandarin, Batak, Dayak, Karo, Toraja, Manado, Jawa, Sunda, Betawi dan lainny
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di Bukit Doa Kalimantan saat ini sedang dibangun juga Tembok Ratapan dan Tembok Doa Bapa Kami. Bagian ini pun dibangun menggunakan batu kapur yang didatangkan dari Provinsi Jawa Timur.
Dibangun sepanjang hampir 30 meter lebih. Di sebelah kanan Tembok Ratapan, ada Tembok Doa Bapa Kami. Akan dibuat mozaik dalam 17 bahasa. Ada bahasa Indonesia, Inggris, Ibrani, Yunani, Latin, Mandarin, Batak, Dayak, Karo, Toraja, Manado, Jawa, Sunda, Betawi, dan bahasa lainnya. Mozaik doa dibuat berukuran 1,2 x 2,4 meter.
“Sudah ada yang mendonasikan. Kemarin ada salah seorang pejabat dari Suku Karo, mendonasikan untuk Doa Bapa Kami dalam bahasa Karo. Hingga saat ini sudah 12. Masih tersisa 5 lagi. Kami batasi 17 karena space terbatas. Namun tidak tertutup kemungkinan akan ditambah, jika banyak oraang yang mengambil bagian mendonasi untuk Tembok Doa Bapa Kami. Donasinya sebesar Rp50 juta per mozaik satu bahasa. Sebab bukan hanya untuk mozaiknya, tapi juga bangunan tembok dan tamannya. Jadi kita gotong-royong untuk membangun. Kami hanya dipercaya untuk melaksanakan. Ini milik Tuhan dan kita semua,” ungkap Ketua Yayasan Bethany Kalimantan, Pdt Dr Samuel Kusuma MTh saat berbincang dengan Tribunkaltim.co.

Menurut Pdt Samuel, tahun 2023 ini panitia pembangunan fokus menyelesaikan Tembok Doa Bapa Kami, Tembok Ratapan, teather untuk ibadah terbuka (berupa panggung) dapat menampung 300 orang, dan melanjutkan konstruksi gedung tempat ibadah yang dapat menampung lebih lima ribu orang. Material yang sangat dibutuhkan di antaranya semen, koral, pasir, granit, marmer, kaca, atap, besi dan lainnya.
Selain itu, akan dibangun tempat akomodasi untuk pengunjung yang ingin berdoa dan bermalam. “Nanti akan dibangun cottage berkonstruksi kayu atau natural dengan alam. Kami rencanakan membangun akomodasi untuk menampung sekitar 500 orang,” ungkap Pdt Samuel yang juga Ketua Sinode Bethany FOG Indonesia.
Arsitek seluruh proyek Bukit Doa Kalimantan terdiri dari tim dari Balikpapan, Jakarta, dan Australia. Selain itu, adapula donatur yang membantu material berupa pasir, batu, semen, besi dan lainnya, bahkan ada yang mengirim pelukis dan pemahat.
Pembangunan Bukit Doa Kalimantan masih terus berlanjut. Menurut Pdt Samuel diperlukan dana senilai lebih Rp300 miliar. Jika ingin mengambil bagian menabur dalam proyek ini, dipersilakan mentransfer ke Rekening Bank UOB: 320.100.3324 atas nama Yayasan Bethany Kalimantan/Bukit Doa Kalimantan. Selanjutnya bukti transfer disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 0821-5757-9280.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.