Berita Balikpapan Terkini

Pemkot Balikpapan Salurkan IPAL untuk 1300 SR Margasari, Tarif Jadi Kendala Masyarakat

Dengan kapasitas IPAL Margasari 800 M3, namun yang dioperasionalkan hanya 270 M3 per hari

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pemkot melalui Asisten II Setda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menyalurkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk masyarakat Margasari Kota Balikapapan, Kalimantan Timur.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Asisten II Setda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menyalurkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk masyarakat Margasari Kota Balikapapan, Kalimantan Timur.

Saat ini, masyarakat pelanggan yang dilayani IPAL Margasari sebanyak 1.300 Sambungan Rumah (SR).

Dengan kapasitas IPAL Margasari 800 M3, namun yang dioperasionalkan hanya 270 M3 per hari. Dengan asal limbah dari rumah tangga, kemudian limbah wc.

Asisten II Setda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menyatakan bahwa IPAL sudah layak untuk dikeluarkan ke dalam drainase umum. Tetapi, belum layak untuk dikonsumsi.

"Artinya jika sudah keluar di drainase umum, pertanda tidak mencemari lingkungan. Tapi di Margasari baru sampai jernih saja, untuk layak konsumsinya masih belum," ujar Agus.

Baca juga: Cara Kerja IPAL Senilai Rp 639 Miliar di IKN Nusantara, Terinspirasi IPAL Krukut

Baca juga: IPAL di KIPP IKN Nusantara Lindungi Air Tanah dan Cegah Pencemaran Lingkungan

"Harapannya setelah air limbah itu dikelola, kemudian disterilkan, bisa digunakan oleh masyarakat," imbuhnya.

Walaupun belum layak untuk dikonsumsi, kata Agus, yang terpenting adalah bahwa pola hidup masyarakat di sekitar Margasari sudah dikelola dengan baik, serta dijadikan satu dengan penggunaannya.

Namun, ia menambahkan, terdapat kendala perihal tarif. Karena perhitungan pembayaran air limbah, dikaitkan dengan berapa banyak air bersih yang masyarakat dapatkan.

"Misalnya membayar sekian kubik. Presentase tarif bulanannya 20 persen dari tarif pemakaian air bersih, yang dibayar bersamaan dengan pembayaran rekening air," ungkap Agus.

Perihal kendala tersebut, ia menuturkan, bahwa seharusnya masyarakat bisa sadar.

Ketika diberi air bersih, maka masyarakat harus memiliki tanggung jawab terhadap air limbah yang dihasilkannya.

Baca juga: Proyek Baru IKN Nusantara, Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Hingga IPAL

"Di Perda kami juga sudah ada, kalau orang sudah mendapatkan air bersih, mereka harusnya juga bertanggung jawab terhadap air limbahnya. Itu kan penting, untuk kesehatan lingkungan," ucap Agus.

Adapun demikian, ia akan melakukan sosialisiasi kepada masyarakat secara terus menerus, terkait besaran tarif limbah. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved