Berita Paser Terkini
DPRD Paser Inginkan Dunia Pendidikan jadi Prioritas Pemda
Gabungan komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Paser
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Gabungan komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Giat tersebut membahas masalah infrastruktur pendidikan yang ada di Kabupaten Paser, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan didampingi Wakil Ketua DPRD Paser Abdullah yang berlangsung di Ruang Rapat Bapekat Sekretariat DPRD Paser, Rabu (1/2/2023).
Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan menyampaikan, RDP ini merupakan inisiatif dari anggota DPRD Paser dalam membahas masalah infrastruktur pendidikan.
Anggota DPRD sudah banyak berkeliling ketika reses ke kecamatan, hingga desa.
Baca juga: DPRD Paser RDP dengan Aliansi Aktivis, Bahas soal Kepekaan Sosial Pemkab
"Salah satu hal yang dikeluhkan oleh masyarakat, Kades, guru-guru, dan wali murid salah satunya ialah infrastrukur atau bangunan sekolah," terang Fadly usai RDP.
Hal tersebut menjadi dasar, sehingga dilakukan RDP hari ini bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, serta Bappedalitbang Kabupaten Paser.
"Tadi disampaikan bahwa, anggaran wajib yang diamanahkan Undang-Undang itu 20 persen, jadi tiap tahunnya itu rata-rata Rp 500 miliar tiap tahunnya," jelasnya.
Hanya saja, anggara Rp 500 miliar tersebut sudah masuk dalam biaya operasional langsung dan tidak langsung, gaji guru, dan lain sebagainya.
Dari keseluruhan kegiatan itu, kata Fadly hampir menelan anggaran Rp500 miliar walaupun diakumulasikan kewajiban memang sudah dipenuhi oleh APBD Kabupaten Paser untuk dunia pendidikan.
Baca juga: Tolak RUU Omnibus Law, DPRD Paser Bakal Sampaikan Aspirasi Organisasi Profesi Kesehatan ke DPR RI
"Masalahnya, kebutuhan dunia pendidikan kita jauh dari pada itu. Seperti yang kita dengar tadi, infrastruktur pendidikan saja kita butuh 400 miliar dan nilainya akan terus bertambah dengan melihat bangunan sekarang dalam kondisi sedang, dan akan segera memburuk jika tidak ditangani dengan baik," paparnya.
Diharapkan, agar Bappedalitbang Paser dalam dunia pendidikan menjadi prioritas daerah untuk direncanakan tahapan demi tahapan agar infrastruktur pendidikan kedepan dari tahun ke tahun makin membaik.
"Bukan dari tahun ke tahun biayanya makin besar, anggaran yang dikucurkan ke pendidikan besar tapi tidak pernah membawa perubahan khususnya kepada bangunan-bangunan sekolah kita yang ada di Paser," singgungnya.
Bahkan, kata Fadly di salah satu sekolah dasar di Batu Kajang memberlakukan 3 shift dalam kegiatan belajar mengajarnya.
Belum lagi Sekolah Dasar Negeri 008 Batu Sopang yang viral belum lama ini, puluhan siswa lesehan saat mengikuti pembelajaran, itupun diluar ruangan.
"Dunia pendidikan kita, khususnya infrastruktur sekolah kondisinya memang memperihatinkan, ini menjadi tanggung jawab kita juga," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bersama-pemkab-paser.jpg)