Berita Penajam Terkini
Hari Ini, KPK Periksa Mantan Dewas dan Anggota DPRD PPU Soal Penyertaan Modal ke Perumda Benuo Taka
KPK hari ini, Kamis (2/2/2023) memanggil mantan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Benuo Taka hingga sejumlah anggota DPRD PPU.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (2/2/2023) memanggil mantan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Benuo Taka hingga sejumlah anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menerangkan, penyidik akan menggali keterangan dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) dana penyertaan modal APBD Pemda PPU ke Perumda Benuo Taka Tahun 2019-2021.
"Hari ini pemeriksaan saksi TPK dana penyertaan modal pada Perumda di Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2019- 2021," terang Ali Fikri, Kamis (2/2/2023).
Tim penyidik melakukan pemeriksaan di Gedung Putih KPK, Jakarta.
Baca juga: Jumlah Tunjangan Kinerja dan Dana Operasional Kepala Otorita IKN Nusantara Fantastis
Adapun para pihak yang dipanggil untuk memberi kesaksian akan didalami pengetahuannya terkait penyelidikan kasus tindak pidana korupsi yang sudah menyeret mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud ini.
"Pemeriksaan dilakukan terhadap 6 orang saksi," sebut Ali Fikri.
1. M. Umry Hasfirdauzy (Wiraswasta/ Dewan Pengawas Perumda Benuo Taka 2019-2021)
2. Syarifuddin HR (Anggota DPRD Kabupaten PPU)
3. Muhammad Taufiq Y (Anggota DPRD Kabupaten PPU)
4. Muhammad Arif Albar (Anggota DPRD Kabupaten PPU)
5. Hasri Sahri (Anggota DPRD Kabupaten PPU)
6. Sariman (swasta)
Baca juga: 140 Ribu Kelambu Disebar ke Wilayah Endemis Malaria di Penajam Paser Utara
Sebagai Informasi, kasus ini merupakan pengembangan perkara suap proyek infrastruktur yang menjerat eks Bupati PPU Abdul Gafur sebelumnya.
KPK sudah mengantongi nama para tersangka, namun Ali Fikri masih merahasiakannya guna kepentingan penyelidikan.
Pengembangan kasus tersebut, juga setelah KPK menemukan penyelewengan dalam penggunaannya.
Pemkab PPU telah mengucurkan penyertaan modal sekitar Rp 12,5 miliar dari total komitmen Rp 29,6 miliar kepada Perumda Benuo Taka pada 2021.
Baca juga: 6 Puskesmas di Penajam Paser Utara Miliki Layanan 24 Jam Bagi Ibu Hamil dan Bayi
Modal ini untuk pembangunan pabrik penggilingan padi.
Namun, sampai saat ini, fisik dari pembangunan pabrik di tak pernah ada.
Rencananya pabrik dibangun di Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu.
Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penyertaan modal tersebut tidak ada dalam rekening Perumda Benuo Taka sehingga merugikan negara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Kepala-Bagian-Pemberitaan-KPK-Ali-Fikri.jpg)