Berita Bontang Terkini
Wawali Najirah Ingatkan Penanganan Stunting di Musrenbang Bontang Selatan
Najirah bilang, usulan kegiatan di Musrenbang Bontang Selatan jangan hanya fokus pada kegiatan fisik seperti penanganan banjir
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang usulkan kegiatan stunting di Musrenbang Kecamatan Bontang Selatan, Senin (13/2/2023).
Najirah bilang, usulan kegiatan di Musrenbang Bontang Selatan jangan hanya fokus pada kegiatan fisik seperti penanganan banjir, perbaikan jalan.
Tapi kegiatan penanganan stunting juga perlu masuk. Terlebih, angka stunting di Bontang Selatan cukup tinggi.
Ditambah lagi kegiatan penanganan stunting itu juga selaras dengan fokus kerja pemerintahan saat ini.
Baca juga: Cara Cegah Stunting pada Anak, Bukan dengan Asupan Sayur-sayuran
Najirah bilang dari data Dinas Kesehatan angka kasus stunting dari 6 kelurahan di Bontang Selatan mencapai 150,16 persen.
Data kasus tertinggi terjadi di Kelurahan Bontang Lestari yaitu 23,53 persen, disusul Satimpo 13,28 persen dan Berbas Pantai 10,92 persen.
Angka stunting di Bontang dari data Desember 2022 lalu itu 23 persen.
"Jadi memang kita mesti bekerja gotong royong untuk mencapai target nasional tahun depan," kata Najirah dalam sambutannya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontang Selatan, Senin (13/2/2023) pagi.
Baca juga: Wawali Najirah Belajar ke Sumedang untuk Tangani Stunting di Bontang
Menurutnya, pemerintah hanya punya waktu 10 bulan untuk bekerja menekan angka stunting hingga mencapai target 14 persen.
Angka ini merupakan target stunting nasional yang diinstruksikan presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Saya berharap dari Musrenbang ini dapat membuahkan solusi dari berbagai masalah salah satunya stunting," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/digelar-bontang-di-balai.jpg)