Selasa, 21 April 2026

Berita Bontang Terkini

Wawali Najirah Belajar ke Sumedang untuk Tangani Stunting di Bontang

Bahkan dalam sela-sela kegiatan rapat koordinasi forum CSR bersama Forkopimda Bontang, Najirah menyempat berkunjung ke Sumedang untuk belajar.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kunjungan kerja Wakil Wali Kota Bontang, Najirah ke Sumedang terkait agenda penanganan stunting. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wakil Walikota Bontang, Najirah cukup serius menangani stunting di Bontang.

Bahkan dalam sela-sela kegiatan rapat koordinasi forum CSR bersama Forkopimda Bontang, Najirah menyempat berkunjung ke Sumedang untuk belajar menangani stunting.

Sebab Sumedang dianggap kabupaten yang paling berhasil menekan angka stunting.

Angka stunting di Bontang saat ini mencapai 21 persen. Sebenarnya, angka ini turun dari jumlah stunting tahun 2021 lalu.

Baca juga: 77 Event Dibahas dalam Rapat Koordinasi Forum CSR Bontang di Bandung

Hanya saja penurunannya tidak cukup signifikan. Dari 23 persen hanya turun jadi 21 persen di tahun 2022.

Angka stunting ini dinilai relatif tinggi lantaran cakupan wilayah di Bontang, hanya ada 3 kecamatan.

“Makanya kami ke Sumedang untuk belajar bagaimana strategi menurunkan stunting di Bontang,” ujar Najirah saat berkunjung ke Sumedang.

Najirah menjelaskan, meningkatnya angka stunting ini dilatari banyak faktor. Salah satunya tingkat kemiskinan di Bontang.

Baca juga: Rumah di Bontang Baru Nyaris Terbakar Akibat Pemilik Lupa Matikan Kompor

Bantang itu merupakan wilayah pesisir yang dihimpit dua perusahaan besar. Bontang juga dijuluki sebagai kota industri.

Sehingga banyak masyarakat yang pindah ke Bontang untuk mencari pekerjaan.

“Karena yang datang ke Bontang itu orang cari pekerjaan. Otomatis masuk kategori warga miskin. Ini juga salah satu faktor resiko terjadinya stunting,” terang Najirah.

Sebenarnya berbagai upaya menangani stunting sudah banyak dilakukan.

Baca juga: Harga Cabai di Bontang Melejit, Sudah Rp 50 per Kilogram

Termasuk Pemkot Bontang juga sempat menggelontorkan dana besar untuk menangani stunting.

Data terakhir, Pemkot Bontang menganggarkan Rp 62 miliar untuk menangani stunting.

Dana itu tersebar di delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk membiayai sejumlah kegiatan penanganan stunting.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved