Kesehatan
3 Langkah Menerapkan Seni Menikmati Makanan Bagi Anak-anak
Hal itu bisa diatasi, ada langkah-langkah yang bisa diambil dalam rangka menciptakan seni menikmati makanan bagi anak-anak.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sebagian anak-anak saat waktu makan sering kali disuap sambil berjalan kesana-kemari tidak bisa diam di tempat.
Gerak-gerak itu pertanda, sang anak sedang tidak enjoy menikmati makanan yang dilahapnya.
Hal itu bisa diatasi, ada langkah-langkah yang bisa diambil dalam rangka menciptakan seni menikmati makanan bagi anak-anak.
Bagi anak-anak yang disuap menyuap makanan, lantas jalan ke sana ke mari, akan memberi efek.
Baca juga: 7 Makanan Sehat yang Bisa Dijadikan Camilan Bagi Penderita Penyakit Diabetes, Plain Greek Yogurt
Hal ini membuat kegiatan makan tidak fokus. Tanpa disadari, gaya makan yang tidak fokus mengundang berbagai masalah kesehatan seperti obesitas.
Ahli nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr Lilian Cheung menyebutkan bila gaya makan seperti ini membuat kita tidak menyadari apa saja yang masuk ke tubuh sehingga makan tidak terkendali.
Saat ini beredar banyak istilah “Mindful Eating”. Mindful eating adalah seni menikmati makanan di mana fokus pada apa yang disantapnya.
Seni ini bisa menjadi salah satu cara bagi para Ibu untuk diterapkan pada kegiatan makan anak. Ketika anak sudah menerapkan mindful eating sejak dini, artinya dia sudah menghargai makanan dan tubuhnya secara keseluruhan.
Baca juga: Jangan Sembarang Makan Saat Sahur, Ini Porsi Makanan Sehat untuk Sahur Menurut Ahli Gizi
Mengapa mindful eating penting, karena sebagian besar orang tidak terbiasa fokus pada kegiatan makan.
Survei Departemen Agrikultur Amerika Serikat menemukan bahwa orang bisa menghabiskan waktu dua setengah jam untuk makan.
Separuh dari waktu tersebut dihabiskan untuk melakukan aktivitas lain.
Mulai dari fokus dengan layar ponsel, menonton TV, membaca, dan lain-lain.
Ketika anak fokus dengan apa yang dimakan, maka secara langsung dia akan membangun hubungan emosional dengan makanan.
Baca juga: Rekomendasi 6 Makanan Sehat yang Bisa Dikonsumsi saat Berbuka Puasa, Diantaranya Kismis
Artinya dia akan mudah membedakan mana rasa lapar dan rasa kenyang.
Selanjutnya akan menumbuhkan pemahaman pentingnya makan dan waktu yang tepat untuk makan.
Bahkan, mindful eating juga bertujuan meredakan stres dan kecemasan.
Lebih jauh, anak yang telah menerapkan mindful eating akan belajar mengelola keinginan untuk ngemil karena sudah paham jenis makanan yang bernutrisi.
Tentu saja, mengenalkan mindful eating pada anak tergantung pada usia.
Bila masih balita atau anak usia sekolah SD maka para Ibu harus selalu mendampingi.
Kemudian terkadang para Ibu mulai membantu mengatur lauk pauk dan nasi di piring sedemikian rupa agar menarik.
Cara Terapkan Mindful Eating pada Anak
Untuk mempraktikkan mindful eating, tentunya pendampingan para Ibu menjadi penting saat kegiatan makan.
Dilansir dari Dr. Lillian Cheung, berikut beberapa langkah yang dapat para Ibu lakukan agar anak mulai belajar mindful eating:
1. Biasakan bicarakan tentang makanan yang tersaji
Ketika selesai makan, ajaklah buah hati berbicara tentang makanan yang dihabiskan.
Mulai dari rasa, tekstur, warna, sampai aroma. Kebiasaan ini akan membuat anak belajar menikmati makanan dengan detail sehingga mencegahnya terdistraksi dengan kegiatan lain.
2. Tata makanan semenarik mungkin
Memasak memang seni, termasuk juga menyajikan makanan di atas piring.
Cobalah para Ibu untuk berkreasi menyajikan makanan semenarik mungkin sehingga menarik perhatian buah hati.
Secara tak sadar, dia akan banyak bertanya tentang makanan yang dihidangkan di depannya.
3. Mengunyah secara perlahan
Hal yang tak kalah penting yang perlu diajarkan adalah proses mengunyah. Ajari anak mengunyah dengan perlahan.
Biarkan makanan diproses di mulut dan menilai kenikmatan makanan secara menyeluruh.
“Kegiatan mindful eating ini tentunya menjadi sarana bagi Ibu dalam memberikan edukasi tentang makanan yang dikonsumsi anak," kata Anastasia A. Marketing Communication Manager UNIFAM.
Dicontohkannya, ketika menikmati camilan seperti permen lollipop, Ibu bisa mulai menceritakan kandungan yang terdapat dalam sebuah permen susu, manfaat asupan camilan hingga cerdas memilih camilan yang higienis dan aman.
Baca juga: Olah Makanan Sehat, Pelaku UMKM Balikpapan Kenalkan Produk Mie Mokaf Berbahan Singkong
Kegiatan seperti ini selain memberikan pemahaman mengenai makanan, juga dapat menjadi momen Ibu dan Anak untuk berkomunikasi secara interaktif dan nyaman bagi keduanya.
"Hal ini sejalan dengan kampanye kami #mykidsmyfriends, yang memberikan ruang lebih bagi hubungan Ibu dan Anak sebagai teman berbagi cerita yang nyaman
Untuk menemani kebutuhan mindful eating, PT United Family Food (UNIFAM) menghadirkan permen susu Milkita berkualitas tinggi, higienis dan aman dibuat dengan susu asli dari New Zealand.
Permen Milkita yang berbahan dasar susu ini memiliki berbagai macam rasa yang disukai anak-anak dan juga mengandung kalsium, sehingga baik dikonsumsi untuk seluruh anggota keluarga. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Obesitas Intai Anak yang Tak Bisa Diam saat Makan, Ini Trik agar si Kecil Bisa Fokus Nikmati Makanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mindful-eating-bagi-anak.jpg)