Selasa, 19 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Temukan Sofa hingga Lemari di Sungai Karang Asam Besar, Walikota Samarinda Andi Harun: Kayak Gudang

Cari akar masalah banjir Samarinda, Walikota Andi Harun beserta Dinas PUPR-PERA Kaltim, melakukan susur sungai Karang Asam Besar.

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM/WAHYU TRIONO
Walikota Samarinda Andi Harun (kiri) dalam Wawancara Eksklusif Tribun Kaltim VIP Room, Jumat (20/1/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO - Persoalan banjir masih menjadi momok Kota Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Samarinda bukannya tanpa usaha untuk mengatasi persoalan banjir ini.

Berbagai terobosan dilakukan di bawah kepemimpinan Walikota Samarinda, Andi Harun.

Seperti pada 19 Januari lalu, Andi Harun beserta Dinas PUPR-PERA Kaltim, melakukan susur sungai Karang Asam Besar.

Tujuannya melihat langsung kondisi lapangan untuk melakukan normalisasi sungai sepanjang 1,6 km itu dalam program pengendalian banjir Kota Samarinda.

Baca juga: Walikota Andi Harun akan Bentuk UPT Penanggulangan Banjir dan Pemeliharaan Jalan di Samarinda

Baca juga: Walikota Andi Harun Sebut Pembangunan Pintu Air Sungai Karang Mumus Butuh Rp700 Miliar

“Susur sungai itu untuk meintegrasikan semua kegiatan pengendalian banjir baik dari sisi perencanaan, program sampai kemudian metedologi pekerjaan di lapangan. Yang paling parah itu di sekitar Pasar Kedondong, ada kira-kira ada kurang lebih 600 meter, itu paling parah dari (panjang) 1.600 meter,” kata Andi Harun dalam Wawancara Eksklusif Tribun Kaltim VIP Room, Jumat (20/1/2023).

Bagaimana kemudian strategi ini bisa memiliki dampak bagi kota Samarinda, berikut petikan wawancara esklusifnya.

Kalau Jokowi blusukan ke pasar, ini Pak Andi Harun kenapa susur sungai?

Kalau boleh saya mengistilahkan, super prioritas bagi Pemkot Samarinda saat ini dan saya selaku Walikota adalah menyangkut penanggulangan banjir.

Sehingga sejak awal saya konsentrasi, konsisten untuk mengawal program penanggulangan banjir di kota ini. Sejak tahun pertama, kita membuat program didahului dengan mapping situasi banjir di Samarinda, penyebabnya apa, agar kita temukan solusi efektif.

Solusi efektif ini penting, karena solusi tanpa perencanaan matang bisa mengakibatkan pertama tidak tercapainya goals.

Kedua pasti pemborosan anggaran. Yang lebih fatal, jika yang pertama dan kedua tidak tercapai, pasti nilai manfaat bagi masyarakat juga nihil.

Singkat cerita kita petakan, pengkajian, baik dari teknis internal pemerintah juga meminta pendapat akademisi, ahli di bidang penanggulangan banjir atau sumber daya air.

Semua tahapan ini kita proses, lahirlah saran dan program pengendalian banjir.

Sehingga susur sungai itu rangkaian dari upaya penanggulangan banjir. Mapping sudah dilakukan, analisis teknis sudah dibuat para pakar dan ahli, tersisa kita harus melakukan kunjungan lapangan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved