Info BMKG
Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Balikpapan, Ada Potensi Hujan Es
Perihal peluang hujan es, kata Diyan, secara historis dan data pihaknya belum pernah mendapatkan laporan tentang kejadian hujan es di Balikpapan
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan tengah mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem.
Bahwa pada tanggal 24 hingga 27 Februari 2023 menyebabkan kondisi cuaca berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam akumulasinya, hujan yang lebat berada diatas ukuran 50 milimeter, untuk hujan sedang antara 20 hingga 50 milimeter.
Kemudian diatas 100 milimeter dikatakan sebagai hujan sangat lebat.
Baca juga: Sepekan Ini Cuaca Ekstrem Ancam Kaltim, BMKG Beber Ada Potensi Hujan Es
Daerah untuk Kalimantan Timur antara lain di seluruh wilayah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Juga ada di Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kemudian untuk dampak cuaca ekstrem yang memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, atau seperti genangan air antara lain di wilayah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Timur.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Erika Mardiyanti menyampaikan kondisi ini berdasarkan dari dinamika atmosfer.
Baca juga: Cuaca Balikpapan Hari Ini, Kabut Sambut Pagi Gala Puncak, Malam akan Turun Hujan Ringan
Lantas masih aktifnya La Nina lemah, yang berdampak pada peningkatan jumlah curah hujan di wilayah Kalimantan Timur.
"Adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin, serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Kalimantan Timur," kata Erika, saat dihubungi TribunKaltim.co pada Sabtu (25/2/2023).
"Serta masih hangatnya suhu permukaan laut di selat Makassar, yang mendukung peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kalimantan Timur," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun BMKG Balikpapan, Diyan Novrida menyebut cuaca ekstrem bisa berdampak angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor.
Baca juga: Angin Kencang di Kampung Gala Puncak Graha Indah Balikpapan Putuskan Kabel Listrik
"Kalau di Balikpapan sebenarnya bukan banjir, tapi lebih ke genangan. Karena kalau banjir durasinya sampai berhari-hari, tapi kalau di Kota Balikpapan genanganya hanya beberapa jam sudah surut," terangnya.
"Kalau puting beliung belum berpotensi, karena sekarang masih musim hujan di wilayah Balikpapan dan Kalimantan Timur secara umum," tambahnya.
Sementara, puting beliung biasanya terjadi di masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, atau dari musim kemarau ke musim hujan sekitar bulan April, Mei dan Juni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hujan-es-ada-di-balikpapan.jpg)