Minggu, 26 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Ikut Bedah Buku Aldera Potret Gerakan Politik Kaum Muda

Acara itu juga dirangkai dengan penanaman pohon demokrasi oleh Andi Harun, Rektor Unmul, Abdul Nur, dan Anggota VI Badan Pengawas Keuangan

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
:Walikota Samarinda Dr Andi Harun berfoto bersama Anggota VI BPK RI,Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CSFA., CFrA., Rektor Unmul , Dr Abdunnur, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si dan sejumlah mahasiswa berfoto menunjukkan buku Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) Potret Politik Era 1993-1999 di GOR 27 September Unmul Samarinda, Selasa (28/2/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri acara bedah Buku Aldera Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 di Gor 27 September Universitas Mulawarman, Selasa (28/2/2023).

Buku Aldera (Aliansi Demokrasi Rakyat) adalah tulisan yang digagas dari Anggota VI Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Pius Lustrilanang yang berkesempatan hadir sebagai keynote speaker.

Hadir pula sebagai pemateri talkshow, Dosen Fakultas Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah dan Dosen FISIP Unmul, Sri Murlianti.

Aldera (Aliansi Demokrasi Rakyat) adalah tulisan yang digagas dari Anggota VI Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Pius Lustrilanang. Tim Penulis buku ini adalah Teddy Wibisana, Nanang Puja Laksana, dan Rahadi T. Wiratama.

Baca juga: Gerakan Mahasiswa di Balikpapan Mengelola Kertas Bekas Demi Ramah Lingkungan

Buku tersebut memberikan kesaksian bagaimana Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999 meruntuhkan kediktatoran rezim Soeharto kala itu.

Acara itu juga dirangkai dengan penanaman pohon demokrasi oleh Andi Harun, Rektor Unmul, Abdul Nur, dan Anggota VI Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Pius Lustrilanang di halaman Gor 27 September.

Disampaikan oleh Andi Harun, bahwa kegiatan bedah buku itu mengingatkan semua yang hadir bahwa setiap pergantian resim selalu ada korban.

Setidaknya ada dua contoh peristiwa pergantian rezim di negeri ini yang telah memakan banyak korban.

Baca juga: Andi Harun Buka Musda ke-10 Muhammadiyah Samarinda, Ini Pesan Wali Kota Samarinda

Yaitu pergantian rezim orde lama menuju orde baru yang merupakan buntut dari pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965.

Ada banyak yang berguguran dari kalangan ulama, santri bahkan jenderal.

Kemudian peristiwa orde baru menuju era reformasi. Dimana ketika itu banyak korban berjatuhan dari kalangan mahasiswa.

"Artinya kita diingatkan mahalnya harga demokrasi, begitu mahalnya harga merah putih," katanya.

"Harga republik ini sehingga kita kemudian menyadari itu dan bisa menjadi kesadaran kolektif bangsa.

Supaya kita bisa berkontribusi terhadap perjalanan bangsa ini terutama dalam era pembangunan sekarang," ucap Andi Harun.

Andi Harun mengatakan bahwa aliran kiri datang pada saat saat reformasi sebagai motor penggerak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved