Berita Samarinda Terkini
Ratusan Umat Hindu dari Samarinda dan Kukar Upacara Melasti di Tepian Sungai Mahakam
Edi berpesan kepada masyarakat Desa Kerta Buana yang berasal dari Pulau Bali agar senantiasa melestarikan seni dan budayanya
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ratusan warga Hindu di Samarinda dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mengikuti Upacara Melasti, Minggu (19/3/2023).
Sejak pagi, umat Hindu mengusung pratima, barong, rangda, kober, dan upakara yang memenuh tepian sungai mahakam, tepatnya di depan Museum Mulawarman.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Timur, I Made Subamia menyebut, melasti merupakan rangkaian hari suci Nyepi.
Sebelum merayakan hari suci nyepi, umat Hindu harus melakukan penyucian diri, dengan sarana mengambil tirta kamandalu.
Baca juga: Jelang Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1944, Umat Hindu Bontang Gelar Ritual Meracu Tawur Agung Kesangan
"Untuk membersihkan alam dan diri kita sendiri sebelum melakukan Nyepi,” ujarnya.
I Made Subiama mengungkapkan, upacara melasti ini dilakukan untuk pertama kalinya di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki histori sejarah bagi umat hindu. Sejarah ini berkaitan dengan kerajaan hindu tertua di nusantara.
Dengan akan datangnya hari Suci Nyepi, I Made Subiama pun berharap kesejahteraan dan keselamatan bersama tetap terwujud.
Baca juga: Mengenal Kutai Martadipura, Kerajaan Hindu-Buddha Tertua di Indonesia yang Lokasinya Dekat IKN Baru
"Kegiatan melasti biasanya dilakukan di Samarinda. Ini pertama kali di Kukar, karena punya sejarah kuat untuk umat hindu Kaltim," jelasnya.
Senada, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengungkapkan upacara melasti yang digelar di Kota Raja memiliki nuansa berbeda.
Ia ingin upacara melasti dan kegiataan keagamaan lainnya bisa dikemas apik. Sehingga, Kutai Kartanegara bisa dikenal melalui destinasi wisata religi.
"Kukar keunggulannya wisata religi, saya harap ini bisa dijaga karena merupakan aset yang sangat penting," terangnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyerahkan bantuan senilai Rp230 juta untuk rehabilitasi rumah ibadah.
Baca juga: Rawat Semangat Gotong Royong, Umat Hindu Malinau Gelar Upacara Odalan Pura Agung Femung Jagatnatha
Salah satunya diberikan kepada Pura Pasupati Parisada Hindu Dharma Indonesi (PHDI) yang berada di Desa Karta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Bantuan rehabilitasi rumah ibadah Pura Pasupati PHDI tersebut merupakan salah satu bagian dari program Pemkab Kutai Kartanegara yang masuk dalam RPJMD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mengikuti-melasti-minggu.jpg)