IKN Nusantara

Hapus Tambang, Samarinda Jadi Lokasi Energi Terbarukan Saat IKN Nusantara Diresmikan

Hapus tambang, Samarinda jadi lokasi energi terbarukan saat IKN Nusantara diresmikan

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah menjadwalkan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Indonesia pada 2024 mendatang.

Seiring dengan itu, 2024 mendatang nanti Samarinda yang merupakan Ibu Kota Kalimantan Timur akan ditetapkan sebagai lokasi penerapan energi terbarukan.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam diskusi publik, Minggu (19/3/2023).

Diskusi ini membahas kebijakan Andi Harun tidak menyertakan adanya zona pertambangan dalam RTRW Samarinda Tahun 2022-2042.

Semula, Andi Harun memaparkan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda tanpa industri batuara.

Andi Harun memastikan perusahaan tambang yang mengantongi perpanjangan izin tak bisa lagi menambang di Samarinda pada 2026.

"Karena akan di close, semua akan diproses mesin (aplikasi), jika di peta tidak ada zona tambang, tentu akan terblok oleh sistem," tegasnya.

"Terlepas siapa pun ke depan Wali Kota-nya, kita bisa tanpa batu bara," sambungnya.

Optimisme Andi Harun, terkait zona bebas pertambangan yang tidak bakal ada lagi aktivitas penggalian.

Khususnya di 10 Kecamatan pada tahun 2026 akan nantinya mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Ini juga disebutnya kesiapan untuk menghadapi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang telah ditetapkan di Bumi Etam.

Kota Samarinda menghadapi IKN Nusantara, ditegaskanya akan konsisten sebagai Kota industri, jasa dan perdagangan.

"Ini belum pernah di publish, Samarinda setelah kick off IKN Nusantara akan jadi lokasi energi terbarukan, akhirnya saya harus siapkan ini, karena memang saya harus adaptif dengan keadaan itu," terangnya.

Belum lagi, planning urban cities, yang menurut Andi Harun memang sudah lama harus membangun agar juga ada mitigasi perubahan iklim.

Hal ini juga akan berdampak pada PAD Kota Samarinda yang kini perlahan bergeser dari sebelumnya Rp380 miliar, sekarang pada tahun 2022 menjadi Rp 750 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved