Rabu, 15 April 2026

Berita Kaltim Terkini

8 Juta Emisi Karbon Kaltim Bulan Juni nanti Dilelang di Mozambik Afrika

8 juta emisi karbon (gas buang) Provinsi Kaltim bakal dilelang bulan Juni 2023 mendatang

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gubernur Isran Noor menegaskan sisa emisi karbon kaltim 8 juta ton bisa dilelang, terbaru pada bulan Juni 2023 mendatang 8 Juta emisi karbon Kaltim akan dilelang di Mozambik, Afrika.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- 8 juta emisi karbon (gas buang) Provinsi Kaltim bakal dilelang bulan Juni 2023 mendatang.

Carbon Trading telah diinformasikan World Bank pada bulan Juni di Mozambik, Afrika.

Menurut Gubernur Isran Noor, Kaltim sangat berkepentingan dengan agenda World Bank terkait perdagangan karbon kedepannya.

"Kita juga bisa lihat benchmark disana nanti," sebut Isran Noor.

Apalagi, pasca perhitungan awal emisi karbon Kaltim sebesar 30 juta ton dan tersisa 8 juta ton gas buang yang bisa di lelang secara terbuka.

Baca juga: Dana Emisi Karbon Kaltim Cair Rp 69 Miliar, Pemprov Susun Rencana FCPF-CF di Daerah

Baca juga: 8 Juta Ton Emisi Karbon Kaltim akan Dihitung Ulang Sebelum Lakukan Carbon Trading

Telah diinformasikan tim World Bank saat workshop di Jakarta dihadiri Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni bersama tim FCPF Kaltim bahwa Benua Etam diberi kesempatan untuk bisa melakukan lelang.

Catatannya, tetap dalam pendampingan tim FCPF dari Bank Dunia serta akan dilakukan verifikasi dan perhitungan ulang potensi emisi karbon Kaltim.

"Skenarionya selain melalui World Bank, kita bisa melakukan lelang secara mandiri," ujar Isran Noor.

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni juga mengatakan hal sama, workshop tim World Bank dan FCPF-FC paling tidak memberikan pemahaman tentang peluang perdagangan karbon berikutnya.

"Pertama, tetap skemanya perdagangan karbon melalui World Bank, tapi kesepakatan harganya ditetapkan oleh pihak World Bank," terang Sri Wahyuni.

Namun demikian, jika ternyata tidak ada kesepakatan dengan World Bank, maka Kaltim bisa melakukan lelang terbuka untuk sisa karbon.

"Untuk lelang ini kan hal yang baru bagi kita. Ada platform lelangnya, ada pembelinya, ada mekanismenya lah. Ini juga harus kita telaah," jelasnya.

Ditambahkan Sri Wahyuni, Kaltim mampu menjual sisa karbon sekitar 8 juta ton dengan harga lebih baik.

"Kemarin kita hanya dihitung 5 USD per ton. Semoga info di Mozambik nanti bisa lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan Perdagangan karbon (carbon trading) direncanakan Gubernur Kaltim Isran Noor pasca kelebihan emisi karbon yang dimiliki Bumi Mulawarman.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved