Berita Balikpapan Terkini

Local Heroes, PHKT Dukung Kampung Kopi Luwak Ciptakan Produk Nusantara Menuju Internasional

Desa Prangat Prabu adalah desa yang dulunya para petani berfokus pada perkebunan karet. Namun, kondisi karet pada saat itu sangat tua dan tidak adany

Penulis: Amelia Mutiarachmah | Editor: Rahmad Taufiq
TANGKAP LAYAR
Rindoni sebagai Ketua Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak dalam acara Talkshow Local Heroes TribunKaltim pada Kamis (14/4/2022). TANGKAP LAYAR 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Desa Prangat Prabu adalah desa yang dulunya para petani berfokus pada perkebunan karet.

Namun, kondisi karet pada saat itu sangat tua dan tidak adanya peremajaan dan harga karet yang kian turun.

Akhirnya petani disana beralih dengan kopi. Namun kurangnya pengetahuan mengenai berkebun kopi seperti tata cara penanganan yang benar, kondisi lahan yang kurang subur, dan harga kopi yang anjlok membuat petani tidak dapat menuai hasilnya dengan baik.

TribunKaltim pun mengundang Ketua Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak, Rindoni dan Kalimantan Field Manager PHKT, Iman Sudirman pada acara Talkshow Local Heroes pada Kamis, (14/4/2022) untuk menceritakan prosesnya.

Ia bercerita bermula dengan adanya pak Bupati Kutai Kartanegara yang berniat meresmikan kebun desa di kotanya. Karena saat itu hujan acara pun dilaksanakan dirumah.

Baca juga: Terapkan Prinsip ESG, PHKT Jalankan Program CSR Randu Pesona di Kabupaten Penajam Paser Utara

Baca juga: PHKT Mendapatkan Persetujuan Insentif dari Pemerintah pada Awal Tahun 2022

Lalu Rindani menyuguhkan kopi kepada bapak bupati, lalu pak bupati pun jatuh cinta pada kopi tersebut.

"Pak bupati saat itu bilang, ini kopi nya kok enak lalu kami jawab ini kopi luwak liar buatan sendiri. Ternyata pak bupati meyakinkan orang-orang mengatakan kenapa tidak dikembangkan saja kopi ini agar difasilitasi pemerintah," kata Rindoni.

Akhirnya kampung tersebut dikenalkan pada PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), dan menawarkan pendampingan serta bimbingan melalui program Kampung Kopi.

Rindoni mengatakan awalnya mereka dibantu dengan pupuk kompos, lalu ternyata kopinya tambah subur karena hal tersebut, dilanjutkanlah bantuan dengan bimbingan kopi di Pangalengan, Jawa Barat.

Kini petani kopi di desa tersebut dapat mengolah kopi dengan baik. Kelompok tani belajar bagaimana menjaga kesuburan tanah yang baik yang dibantu oleh Santan Terminal PHKT.

PHKT juga melalui program Corporate Social Inovation (CSI), telah mampu mengolah limbah organik dari mitra perusahaan seperti katering untuk menjadi pupuk kompos Santan Terminal.

Baca juga: PHKT Dukung Pengembangan Kopi Luwak Kapak Prabu Menuju Proper Emas

Kalimantan Field Manager PHKT, Iman Sudirman mengatakan program PHKT ini ingin agar kampung luwak memiliki road map, sehingga mereka membantu merancang agar bisa mandiri.

"Program ini dimulai dari 2020 udah 2 tahun bekerjasama dengan kampung luwak. Secara umum memang aspeknya lebih ke memperhatikan lingkungan dan inovasi sosial," papar Iman.

Kelompok Kampung Kopi berlanjut untuk kegiatan Nursery atau fasilitas pembibitan, penjemuran bibit luwak, pengadaan peralatan pengolahan biji kopi liberika, serta pengemasan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved