Senin, 27 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Okupansi Perhotelan di Kaltim Menurun Saat Ramadhan, Kini Melonjak Naik

Keberkahan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah turut berdampak pada sektor perhotelan di Kalimantan Timur

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Okupansi sektor perhotelan saat Ramadhan melandai, tetapi kembali menunjukkan optimisme saat Idul Fitri dampak dari momen libur Lebaran dimana masyarakat memanfaatkan untuk bepergian dan menginap, Selasa (25/4/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keberkahan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah turut berdampak pada sektor perhotelan di Kalimantan Timur.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli mengungkapkan, okupansi melandai pada Ramadhan pada Maret dan April.

Hal itu disebabkan kegiatan pemerintah sebelum Ramadhan akan kembali dilakukan setelah Idul Fitri.

Namun demikian, meski okupansi hotel kembali mengalami penurunan, Food and Beverange (F&B) juga terdapat peningkatan adanya kegiatan buka bersama (bukber).

Baca juga: Efek Libur Lebaran, PAD Sektor Wisata Terdongkrak hingga Rp226 Juta Lebih

Kegiatan itu datang dari perusahaan, masyarakat maupun instansi pemerintah yang mengadakan rapat saat Ramadhan.

Seperti diketahui, kegiatan pemerintah mempengaruhi okupansi hingga 30 persen di Kaltim.

“Selama bulan puasa, industri perhotelan mengalami siklus tahunan low session, momen di mana tingkat hunian hotel umumnya menurun setiap tahunnya. Namun, usai Ramadhan okupansi akan meningkat,” ungkapnya, Rabu (25/4/2023).

Usai Ramadhan, okupansi diungkapkannya akan meningkat seiring momen Idul Fitri.

Baca juga: Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Lok Tuan Bontang, KM Binaiya Angkut Ribuan Penumpang

Biasanya, peningkatan adanya momentum berlibur bersama keluarga, sehingga tertopang kembali okupansi karena liburan Idul Fitri.

Misalnya, masyarakat Kota Samarinda yang berlibur ke Balikpapan, dan sebaliknya.

Tentunya akan menginap di hotel, dan tingkat keterisian kamar akan membaik.

“Memang sudah seperti biasanya, saat usai Lebaran okupansi pasti meningkat, saat Ramadhan menurun," ujarnya.

"Namun, sebelum Ramadhan (Februari) okupansi lebih tinggi," imbuh Zulkifli.

Sebagai tambahan informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat oada Februari 2023, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Kaltim tercatat sebesar 60,71 persen.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan 7,19 poin dibandingkan TPK Januari 2023, yaitu dari 53,52 persen.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved