Berita Kutim Terkini
Kasus Malaria Bertambah 12 Orang di Sandaran Kutai Timur, Akibat Begadang dan Cari Sinyal
Kasus malaria di Kabupaten Kutai Timur bertambah 12 orang di Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Kasus malaria di Kabupaten Kutai Timur bertambah 12 orang di Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran.
Sebelumnya, per tanggal 03 April 2023, malaria di Kabupaten Kutai Timur tembus 278 kasus positif malaria dan termasuk tertinggi se-Kalimantan Timur.
Hingga saat ini, bertambah sebanyak 12 kasus positif di Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran, sehingga sebanyak 2 orang petugas penanganan penyakit dari Dinas Kesehatan harus melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
"Kasusnya bertambah 12 orang di Susuk Dalam, Sandaran, hari ini ada 2 orang petugas dari Dinkes yang dinas kesana untuk mendata, namun 12 orang itu sebelumnya sudah ditangani oleh Puskesmas setempat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani Hasanal, Rabu (26/4/2023).
Baca juga: 10 Link Twibbon Hari Malaria Sedunia 2023 dan Cara Pasang Twibbon, Cocok Di Share ke Media Sosial
Baca juga: Kutim Zona Kuning Malaria, per 3 April Positif Capai 278 Kasus
Kata dia, penyebab bertambahnya kasus malaria di Desa Susuk Dalam Kecamatan Sandaran karena akibat dari begadang menunggu sahur dan mencari sinyal ke perbukitan.
Pasalnya, munculnya nyamuk malaria pada waktu malam hari, dimulai pukul 06.00 sore hingga 06.00 pagi, sehingga jika keluar malam tanpa menggunakan pakaian tebal dan panjang akan berpotensi terkena gigitan nyamuk malaria.
"Informasinya gara-gara begadang menunggu sahur sama mencari sinyal di bukit, kan disana susah sinyal kalau mau dapat sinyal harus nyari dulu ke bukit-bukit, nah kena malarianya disitu," bebernya.
Ia menilai penyebaran malaria di masyarakat juga disebabkan oleh pendatang, para pekerja dari luar daerah yang datang ke Kutai Timur atau pendatang dari daerah tetangga sesama Provinsi Kaltim.
Kendati demikian, pohakny mengimbau kepada perusahaan khususnya perusahaan perkebunan yang akan membuka perusahaan baru agar melapor kepada Dinas Kesehatan Kutai Timur.
Baca juga: Tim Penilai Eliminasi Malaria Kemenkes Kunjungi Mahulu, Wabup Sebut Siap Bersinergi Berantas Malaria
"Nanti kami akan fasilitasi atau berikan obat antiparasit, atau bisa juga laporan ke Puskesmas, kami sediakan kelambu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-Kutim-Bahrani-Hasanal-sebut-kasus-Malaria-di-Kutai-Timur.jpg)