Jumat, 29 Mei 2026

Video Viral

Cegah Perang Rusia vs NATO, Jerman Minta Ukraina Tak Serang Wilayah Vladimir Putin

Cegah perang Rusia vs NATO, Jerman minta Ukraina tak serang wilayah Vladimir Putin

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra

TRIBUNKALTIM.CO - Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan pihaknya akan mengawasi senjata dari Jerman yang digunakan di Ukraina.

Dilansir dari Tribunnews.com, Scholz berjanji akan memonitor penggunaan bantuan senjata Jerman agar Ukraina tidak menyerang wilayah Rusia.

Hal ini demi mencegah eskalasi antara NATO dengan negara yang dipimpin Vladimir Putin itu.

"Berlin tidak bermakasud mengambil langkah sepihak dalam hal pasokan senjata ke Ukraina, dengan alasan mencegah eskalasi antara NATO dan Rusia," kata Scholz pada warga Jerman di kota Bendorf di Rhineland-Palatinate, Senin (1/5/2023), dikutip dari RIA Novosti.

Ia menekankan, Ukraina tidak boleh menggunakan senjata yang diterima dari Barat untuk menyerang wilayah Rusia.

"Penting bahwa senjata yang dapat digunakan Ukraina untuk mempertahankan diri tidak digunakan untuk menyerang wilayah Rusia," kata Scholz.

Scholz mengatakan, sebelumnya Jerman telah mengajukan syarat kepada Ukraina ketika memutuskan mengirim pasokan senjata.

Jerman mensyaratkan agar tidak ada langkah sepihak, tapi harus sesuasi dengan mitra.

Menurut Scholz, Jerman akan terus mematuhi kebijakan ini di masa mendatang.

Jerman mengirim sejumlah bantuan militer berupa senjata, kendaraan militer, hingga keuangan.

Untuk senjata, Jerman mengirim lusinan senjata anti-pesawat self-propelled Gepard, sistem rudal Iris-T, howitzer, dan jutaan amunisi.

Industri Pertahanan Jerman mengatakan siap untuk meningkatkan produksinya, termasuk senjata dan amunisi, dikutip dari AP News.

Namun, mereka membutuhkan daftar senjata dan bantuan yang dibutuhkan oleh Ukraina.

Sebelum Jerman mengirim bantuan ke Ukraina, ribuan warga Jerman telah melakukan protes di Berlin pada 26 Februari 2023 karena Jerman akan memasok senjata ke Ukraina.

Polisi mengatakan, sekira 13.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa di Gerbang Brandenburg yang ikonoik di Berlin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved