Berita Kukar Terkini
3 Desa di Kukar Mimpi jadi Sentra Kopi Luwak dan Liberika
Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara berencana mengembangkan komoditas kopi khas Kukar di tiga desa
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara berencana mengembangkan komoditas kopi khas Kukar di tiga desa.
Hal itu dilakukan lantaran komoditas kopi terus menunjukkan nilai ekonomis tinggi yang bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik menyebutkan, tiga wilayah desa yang akan menjadi lokus pengembangan.
Di antaranya Desa Pragat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Desa Cipari Makmur, Kecamatan Muara Kaman dan Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu.
Baca juga: Kampung Kopi Luwak di Marangkayu Kukar Hasilkan 1 Ton Kopi Dalam Setahun
“Kami berencana untuk mengembangkan kopi khas Kukar di tiga desa ini,” ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (16/5/2023).
Menindaklanjuti rencana tersebut, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara telah mempersiapkan lahan seluas 30 hektare.
Tidak menutup kemungkinan, luasan area pengembangan komoditas kopi akan bertambah seiring dengan keberhasilan yang akan dicapai oleh para petani.
“Konsep pengembangan kopi nantinya akan dikelola oleh anak muda,” kata Taufik.
Ia berharap, ke depan semakin banyak komunitas masyarakat yang mengembangkan komoditas tersebut. Apalagi tanah di Kutai Kartanegara sangat cocok ditanami biji kopi.
“Sudah ada sekolah di Kutai Kartanegara yang mulai untuk mengembangkan kopi. Kami harap komoditas ini akan semakin besar,” Imbuhnya.
Baca juga: Pengunjung Puji Kampung Kopi Luwak Prangat Baru Marangkayu Kukar
Sebagaimana diketahui, potensi kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara kini mulai dilirik dan menjadi komoditas unggulan.
Kopi yang tumbuh di Desa Prangat Baru ini adalah kopi jenis Liberika.
Sebuah kopi yang berasal dari Liberia, sebuah negara dari Afrika Barat. Kopi jenis ini ternyata tumbuh subur di tanah Kalimantan.
Kepala Desa Perangat Baru, Fitriarti mengatakan, potensi kopi luwak di desanya sangat besar. Satu kilogram kopi luwak bisa mencapai harga Rp 4,5 juta.
Bagi pemerintah desa, sambungnya, kopi menjadi solusi yang bisa diandalkan agar warga tetap mendapat penghasilan.
Gerakan Pangan Murah di Tenggarong, LPG 3 Kg hingga Bawang Subsidi Ludes Diserbu Warga |
![]() |
---|
Pemkab Kukar Berkolaborasi dengan Kejari Gelar Gerakan Pangan Murah, Disambut Antusias Warga |
![]() |
---|
Dana Transfer ke Daerah di Pangkas, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Akan Prioritaskan 3 Sektor |
![]() |
---|
Malam Puncak Lanjong Art Festival 2025 di Tenggarong Tampilkan Kolaborasi Seniman Lintas Negara |
![]() |
---|
DPRD Kukar Ajak Warga Jaga Taman Kota, Hairendra: Ruang Publik Bukan Hanya Milik Pemerintah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.