Selasa, 28 April 2026

IKN Nusantara

Bahas IKN Nusantara, Jokowi Kepincut Kualitas Proyek Jepang, Minta Harga Kompetitif

Bahas IKN Nusantara, Jokowi kepincut kualitas proyek Jepang, minta harga kompetitif

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Jokowi mengajak investor Jepang berinvestasi di pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Jokowi pun mengakui bahwa proyek-proyek investasi Jepang memiliki kualitas bagus.

Namun dari sisi harga, ia berharap lebih kompetitif.

Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut diungkapkan Jokowi ketika menghadiri pertemuan dengan perusahaan-perusahaan Jepang dalam format CEO meeting, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang.

Hal itu diungkapkan Jokowi beberapa kali.

Adapun pertemuan tersebut membahas kerja sama investasi di sektor prioritas Indonesia, khususnya meng-highlight atau menyoroti kerja sama investasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN.

"Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan senang bekerja dengan Jepang karena kualitasnya bagus, namun mengharapkan harganya lebih kompetitif," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pernyataan pers secara daring, Senin (22/5/2023).

Presiden pun mengajak perusahaan Jepang menanamkan investasi di Indonesia.

Baca juga: Ke Investor Jepang, Otorita Sebut IKN Nusantara Laboratorium Hidup, Tempat Inovasi

Baca juga: Warga Sepaku Mengeluh, Susahnya Cari Kerja dan Berwirausaha meski Ada IKN Nusantara

Ia pun menyatakan, berinvestasi di Indonesia sangat menjanjikan. Sebab, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan iklim investasi dan daya saing.

"Bapak Presiden mengajak perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di sektor-sektor prioritas, antara lain hilirisasi industri, transisi energi, dan pembangunan IKN," tutur Retno menirukan Presiden.

Di sisi lain, lanjut Retno, ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Sebab, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksi, ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen tahun ini dan 5,1 persen untuk tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia dan G20," jelas Retno.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh 33 peserta, yaitu dua lembaga keuangan dari Jepang (JICA dan JBIC); empat asosiasi pengusaha (JETRO, JIBH, JBC, J-CODE); 24 perusahaan; dan tiga wakil pemerintah, termasuk Penasihat PM Jepang Masafumi Mori.

Kehadiran penasihat PM Jepang menunjukkan komitmen pemerintah Jepang untuk mendukung kerja sama investasi dengan Indonesia, khususnya untuk pembangunan IKN.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved