Berita Paser Terkini
DPRD Paser Minta Pemkab Tambah Kuota Guru Agama Kristen dan Katholik Saat Seleksi PPPK
Dalam RDP tersebut yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bapekat Sekretariat DPRD Paser pada 23 Mei 2023, KKG PAK dan KKG PAGAT menyampaikan aspirasinya
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menggelar RDP dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan KKG Pendidikan Agama Katholik (PAGAT).
Rapat itu digelar bersama Disdikbud Paser serta Kemenag Paser.
Dalam RDP tersebut yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bapekat Sekretariat DPRD Paser pada 23 Mei 2023, KKG PAK dan KKG PAGAT menyampaikan aspirasinya terkait minimnya guru agama Kristen maupun Katholik di semua satuan pendidikan di Kabupaten Paser.
Bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Paser terkait dengan kurangnya guru agama Kristen maupun Katholik di semua satuan pendidikan di Kabupaten Paser.
Baca juga: Terima Aduan Masyarakat, Komisi III DPRD Paser Sidak Pasar Rakyat Kuaro yang Alami Kerusakan
Ketua Komisi II Ikhwan Antasari selaku ketua Komisi II memimpin rapat dan diikuti anggota diantaranya Abdul Azis, Yairus Pawe, Sri Nordianti serta Kabag. Fasilitasi Pengawasan Penganggaran Kasrani.
Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari menyambut baik kedatangan KKG PAK dan KKG PAGAT dalam menyampaikan aspirasinya.
"Tentunya kami sebagai legislatif menyambut baik kedatangan KKG PAK dan KKG PAGAT dalam menyalurkan aspirasi, dan kami akan mencari solusi terbaiknya," kata Ikhwan.
DPRD Paser nantinya akan mendorong Pemda Paser agar menambah kuota untuk guru agama Kristen dan Katholik pada seleksi PPPK mendatang.
Baca juga: Guru di Paser Ingin Ada Kesamaan Hak dengan PPPK, DPRD Berjanji Melobi Pusat
"Paling tidak disamakan masing-masing jumlahnya, mumpung saat ini masih dalam tahap pemetaan," imbuhnya.
Pemda Paser diharapkan pada usulan PPPK di tahun-tahun berikutnya dapat terus ditambah, atau paling tidak disesuaikan dengan kebutuhan guru agama Kristen dan Katholik.
"Karena kita ini sebagai Negara yang berasaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, tidak membeda-bedakan antara suku, ras, maupun agama," tandas Ikhwan.
Kekurangan Tenaga Guru
Sementara itu, Berty Kindangen, Perwakilan KKG PAK mengatakan guru pendidikan agama Kristen maupun agama Katholik di semua satuan pendidikan di Paser memang sangat kurang.
"Memang masih kurang, kami memfokuskan ke SD dan SMP, karena untuk SMA/SMK kewenangan ada di Provinsi," terangnya.
Disamping itu perwakilan KKG PAGAT Suadi mengatakan, guru yang statusnya hanya perbantuan dari gereja, gajinya dari sumbangan warga atau jemaat gereja.
Baca juga: Kisah Guru Honorer di Paser, Harapan dan Cita-cita Luhur Kala IKN Nusantara Hadir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230524_DPRD-Paser-Minta-Tambahan-Guru-Agama-Kristen.jpg)