Jumat, 10 April 2026

Berita Kukar Terkini

Mimpi Edi Damansyah Jadikan Tenggarong Pilot Project Tani Milenial

Sehingga kelompok petani di Kecamatan Tenggarong bisa meniru dan menerapkan sistem manejemen tersebut.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ilustrasi petani sayur mayur mentimun di Kalimantan Timur. Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi pilot project tani milenial, Senin (29/5/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi pilot project tani milenial.

Hal itu diungkapkan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah saat mengajak para petani Tenggarong bersilaturahmi dengan kelompok Joglo Tani Kolong Langit, Kecamatan Samboja.

Pengelolaan manajemen Joglo Tani terkelola dengan baik dan struktur.

Sehingga kelompok petani di Kecamatan Tenggarong bisa meniru dan menerapkan sistem manejemen tersebut.

Baca juga: SDM Pertanian di Kalimantan Timur Minim, Pemprov Kaltim Dorong Petani Milenial

Bupati Edi Damansyah berharap, peranan program dari Eni Muara Bakau bisa dilaksanakan di Tenggarong, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian. 

"Saya harap program ke depan Kecamatan Tenggarong bisa menjadi pilot project untuk membangun smart agro, seperti yang sudah dilakukan,” kata Edi kepada TribunKaltim.co pada Senin (29/5/2023).

Menurutnya, adanya perubahan iklim yang tengah terjadi di kawasan Asia tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Maka kolaborasi dan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi sangat penting dalam peningkatan kualitas petani.

Minta Bantu Petani

Bupati Edi Damansyah meminta OPD terkait untuk membantu petani, mulai pembiayaan, pendidikan, dan pelatihan.

Terpenting, memberikan tambahan ilmu secara praktis langsung ke petani.

Baca juga: Pesan Bupati Kukar Edi Damansyah saat Hadiri Syukuran Petani Jagung Sido Makmur Desa Mulawarman

Hal ini tentunya untuk mewujudkan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan.

Sebab itu diperlukan pola pikir baru, ide kreatif, dan inovasi untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Ilustrasi petani mengelola kompos.
Ilustrasi petani mengelola kompos. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

"Saya ingin OPD terkait bisa memperhatikan dan membantu memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan bagi para petani," ujarnya.

"Seperti yang sudah dilakukan kelompok Joglo Tani Kolong Langit," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved