Kamis, 9 April 2026

Berita Bontang Terkini

Profil Basri Rase Merantau dari Bone ke Bontang, Sempat Kerja Helper Hingga Jadi Wali Kota

Basri Rase tak mengira, nasibnya merantau ke Bontang ternyata berbuah manis. Takdirnya berubah drastis setelah pria Bone, Sulsel itu terjun ke politik

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Wali Kota Bontang, Basri Rase. TribunKaltim.co/Ismail Usman 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Basri Rase tak mengira, nasibnya merantau ke Bontang ternyata berbuah manis. Takdirnya berubah drastis setelah pria Bone, Sulsel itu terjun ke politik.

Dari tahun 1996 Basri Rase mulai merantau untuk mencari pekerjaan di Bontang.

Tiba di Bontang, Basri Rase bekerja serabutan sebagai helper atau pembatu. Kadang jadi buruh bangunan, tukang kayu, hingga pembantu tukang las besi.

Baca juga: Walikota Basri Rase Lantik 4 Pejabat Eslon Dua, Kadis Kominfo Diisi Mantan Camat Bontang Barat

Karier Basri Rase di dunia kerja mulai naik setelah dirinya ditunjuk menjadi pencatat karyawan di salah satu perusahaan. Bahkan dia percaya untuk menangani proyek di perusahaan.

Suami Hapidah itu baru mengenal dunia politik pada medio tahun 2000-an. Kemudian di tahun 2004, Basri didaftarkan pamannya sebagai bacaleg di partai PNBK. Namun saat itu, nasib baik belum pihak, dirinya gagal pada Pileg, 2004.

Kemudian pada tahun 2007, Basri Rase diberikan amanah oleh Mantan Panglima TNI, Wiranto untuk membesarkan Hanura di Bontang.

Dirinya ditunjuk untuk manjadi ketua Partai DPC Hanura, dan berhasil menang dalam Pileg Bontang tahun 2009 silam.

Baca juga: Basri Rase Bakal Naikan Gaji Pegawai Honorer Setara UMK Bontang

“Kemudian caleg lagi 2014 dan kembali berhasil terpilih. Di pertengahan periode saat memutuskan berpasangan dengan Neni Moerniaeni sebagai calon Wakil Wali Kota pada Pilkada 2015,” ungkap Basri.

Setelah menjabat dalam kurun waktu 1 periode, Basri kembali mendaftar sebagai calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Adi Darma yang juga merupakan mantan Wali Kota Bontang periode 2010-2015.

Namun dalam proses tahapan Pilkada, pasangan Basri Rase itu meninggal dunia setelah dinyatakan terpapar Covid-19 pada, 2020 silam.

“Karena beliau meninggal, tim pemenangan menunjuk saya naik jadi calon wali kota dan berpasangan dengan istri almarhum Adi Darma sebagai wakil wali kota. Kemudian berdua berhasil menang mengalahkan pasangan Neni - Joni,” terangnya.

Basri Rase lahir pada 1- Februari 1972 di Bone Sulawesi Selatan.

Baca juga: PKB Kaltim Bahas Pemilu 2024, Basri Rase dan Fahmi Fadli Masuk Bursa Kandidat di Pilgub Kaltim

Basri menempuh pendidikan di SD Negeri 42 Waetuo (1985), SMP Negeri Awangpone(1998) dan SMA Negeri 1 Watampone (1991).

Pada tahun 2020 Silam, Basri menyelesaikan pedidikan di Universitas Indonesia Timur Makassar.

Tanpa jeda, setelah lulus Basri Rase langsung melanjutkan pendidikan pasca serjana di Universitas Indonesia Timur Makassar.

Kemudian Basri dinyatakan lulus pada pertengahan April 2023 lalu, dengan menyandang gelar pendidikan SIp,MSi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved