Video Viral
Rusia Wajib Waspada, Jenderal Amerika Pastikan Pasukan Ukraina Siap Serang Balik
Rusia wajib waspada, Jenderal Amerika Serikat pastikan pasukan Ukraina siap serang balik
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Pertempuran sengit antara Ukraina vs Rusia masih terus terjadi.
Dilansir dari Kompas.com, Ketua Kepala Gabungan Amerika Serikat Jenderal Mark Milley mengatakan pada Selasa (6/6/2023) bahwa pertempuran di Ukraina telah meningkat.
“Ada aktivitas di seluruh Ukraina yang diduduki Rusia dan pertempuran sedikit meningkat,” kata Milley dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press di Pemakaman Amerika di Normandia, Perancis, tempat peristirahatan terakhir dari hampir 9.400 tentara yang tewas 79 tahun lalu selama invasi D-Day sekutu pada 6 Juni 1944.
Milley mengatakan terserah Ukraina untuk mengumumkan apakah kampanye serangan balasannya secara resmi telah dimulai, tetapi dia mengatakan pasukan Ukraina siap untuk perang.
"Kami memperkirakan bahwa militer Ukraina sangat siap untuk apa pun yang mereka lakukan.
Mereka memilih untuk berperang dalam pertempuran ofensif atau dalam pertahanan," katanya.
"Mereka dipersiapkan dengan baik."
Namun dia juga memperingatkan bahwa seiring berjalannya waktu pertempuran akan bervariasi.
“Seperti Pertempuran Normandia atau pertempuran besar lainnya, perang adalah memberi dan menerima,” kata Milley.
“Akan ada hari-hari Anda melihat banyak aktivitas dan akan ada hari-hari Anda mungkin melihat sangat sedikit aktivitas.
Akan ada tindakan ofensif dan tindakan pertahanan.
Jadi ini akan menjadi pertarungan bolak-balik untuk waktu yang cukup lama,” tambahnya.
Amerika Serikat dan sekutu serta mitra telah menggelontorkan miliaran dollar AS senjata militer ke Ukraina.
Mereka juga telah menyiapkan berbagai pelatihan tempur sehingga pasukan Kyiv dapat mempertahankan peralatan itu dan bersiap untuk serangan balasan yang telah lama dinanti.
Milley berbicara ketika pasukan Ukraina secara luas terlihat bergerak maju dengan gelombang baru pertempuran di sepanjang lebih dari 1.000 kilometer (600 mil) dari garis depan di timur dan selatan.