Berita Balikpapan Terkini

Disdag Sebut Stok Daging Sapi dan Ayam di Balikpapan Cukup Jelang Idul Adha

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menyampaikan kebutuhan daging tercatat cukup hingga bulan Agustus mendatang

TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA
Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar mengimbau kepada para pedagang agar tidak mengurangi dari pada takaran timbangan.TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menyampaikan kebutuhan daging tercatat cukup hingga bulan Agustus mendatang.

Mengingat, banyaknya permintaan warga terhadap daging olahan, baik itu sapi dan ayam menjelang lebaran Idul Adha 1444 Hijriyah.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari distributor untuk kebutuhan daging itu cukup, sampai dengan bulan Juli dan Agustus," ujar Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, Selasa (13/6/2023).

"Bukan hanya di Pasar Rakyat, tapi juga di Pasar-pasar retail. (Kebutuhan daging cukup) itu udah direncanakan oleh para pelaku usaha tersebut," tambahnya.

Mengenai pengawasan, Haemusri mengaku bahwa pihaknya rutin setiap hari melakukan pengawasan ke seluruh pasar yang ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Cara Pembagian Daging Kurban Kambing Berapa Kilogram Serta Kriteria Kelayakan Hewan Kurban

Baca juga: Harga Daging Sapi di Bontang Naik Jelang Idul Fitri Tembus Rp 170 Ribu Per Kg

"Karena harga-harga pasar itu diminta oleh pihak Kementerian Perdagangan dan sebelum pukul 24.00 Wita sudah kita laporkan," urainya.

"Sehingga setiap hari kita keliling ke seluruh pasar untuk menilai, mengukur ketersediaan pangan kita, serta kesesuaian harga," jelasnya.

Demikian sementara ini, kata Haemusri, selama pengawasan tidak ditemukan pelanggaran oleh para Pedagang.

Hanya saja, ia kerap mengimbau kepada para pedagang terkait dengan tata cara melakukan penimbangan.

Baca juga: Wakil Wali Kota Samarinda Sebut Harga Daging Sapi Mulai Naik Jelang Lebaran Idul Fitri

"Jangan sampai timbangan itu mengurangi dari pada takarannya. Jadi itu bisa merugikan dan faedahnya juga tidak ada, malah secara agama dia (pedagang) pasti dosa juga kan," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved